Arin berdiri mematung di halte bus itu, sesekali menyeka air hujan yang menetes dari langit-langit halte yang mengenai jilbabnya. Sudah hampir setengah jam Arin berdiri di halte itu tapi bus yang di tunggunya belum juga muncul. Dari sudat matanya Arin menangkap sosok kecil yang tampak sedikit kedinginan di pojok halte itu. Sedikit demi sedikit Arin [...]
Filed under: Artikel dan a littel story | Tinggalkan sebuah Komentar »











