Kesalahan Sejarah tentang Syeikh Siti Jenar yg menjadi Fitnah


1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Sejarah ini bertentangan dengan akal sehat manusia dan Syari’at Islam. Tidak ada bukti referensi yang kuat bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah bohong. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm.1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yang akrab dengan rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang]

2. Ajaran “Manunggaling Kawulo Gusti” yang diidentikkan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa penulis sejarah Syaikh Siti Jenar adalah bohong, tidak berdasar alias ngawur. Istilah itu berasal dari Kitab-kitab Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, beliau menggunakan kalimat “Fana’ wal Baqa’”. Fana’ Wal Baqa’ sangat berbeda penafsirannya dengan Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran tauhid, yang merujuk pada Firman Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar adalah penganut ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.

3. Dalam beberapa buku diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb. Syaikh Burhanpuri dalam Risalah Burhanpuri halaman 19 membantahnya, ia berkata, “Saya berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 tahun, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa dia adalah pengamal Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat sunnah yang dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah lebih banyak dari pada manusia biasa. Tidak pernah bibirnya berhenti berdzikir “Allah..Allah..Allah” dan membaca Shalawat nabi, tidak pernah ia putus puasa Daud, Senin-Kamis, puasa Yaumul Bidh, dan tidak pernah saya melihat dia meninggalkan sholat Jum’at”.

4. Beberapa penulis telah menulis bahwa kematian Syaikh Siti Jenar, dibunuh oleh Wali Songo, dan mayatnya berubah menjadi anjing. Bantahan saya: “Ini suatu penghinaan kepada seorang Waliyullah, seorang cucu Rasulullah. Sungguh amat keji dan biadab, seseorang yang menyebut Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing dan meninggal jadi anjing. Jika ada penulis menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa berfikir jernih. Dalam teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun. Manusia lahir dari manusia dan akan wafat sebagai manusia. Maka saya meluruskan riwayat ini berdasarkan riwayat para habaib, ulama’, kyai dan ajengan yang terpercaya kewara’annya. Mereka berkata bahwa Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon. Setelah sholat Tahajjud. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan sholat shubuh.

5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar dibunuh oleh Sembilan Wali adalah bohong. Tidak memiliki literatur primer. Cerita itu hanyalah cerita fiktif yang ditambah-tambahi, agar kelihatan dahsyat, dan laku bila dijadikan film atau sinetron. Bantahan saya: Wali Songo adalah penegak Syari’at Islam di tanah Jawa. Padahal dalam Maqaashidus syarii’ah diajarkan bahwa Islam itu memelihara kehidupan [Hifzhun Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh membunuh seorang jiwa yang mukmin yang di dalam hatinya ada Iman kepada Allah. Tidaklah mungkin 9 waliyullah yang suci dari keturunan Nabi Muhammad akan membunuh waliyullah dari keturunan yang sama.” Tidak bisa diterima akal sehat. Penghancuran sejarah ini, menurut ahli Sejarah Islam Indonesia (Azyumardi Azra) adalah ulah Penjajah Belanda, untuk memecah belah umat Islam agar selalu bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dengan Ulama’ Hakikat. Bahkan Penjajah Belanda telah mengklasifikasikan umat Islam Indonesia dengan Politik Devide et Empera [Politik Pecah Belah] dengan 3 kelas:

1. Kelas Santri [diidentikkan dengan 9 Wali]

2. Kelas Priyayi [diidentikkan dengan Raden Fattah, Sultan Demak]

3. Kelas Abangan [diidentikkan dengan Syaikh Siti Jenar]

Copas disini

About these ads

123 Tanggapan

  1. qt smua tau kalau fitnah it lebih kejam di pembunuhan ,, wassalam

  2. smua orang tau kalau fitnah it lbih kejam dari pmbunuhan,, wassalaaamm

  3. Alhamdulillah, Yg Maha Mengetahui. setelah sy baca rasanya tdk mgk jg para Waliyullah melakukan pembunuhan terhadap ibu Siti Jenar yg juga seorang waliyullah. kecuali ada yg mengadu domba diantara beliau2 tsb. meski bgtu sepertinya tdk mgk waliyullah membunuh ibu Siti yg menjunjung tinggi nilai Islam & iman. Semoga Allah menunjukkan kebenaran akan hal ini, Aamiin YRA.

  4. memang bangsat para pembuat film itu….

  5. fuck you orang orang yang mefitnah kajeng syeh siti jenar dan semoga dunia ini cepat kiamat …………
    biar aku juga ngerti kebenaran berjumpa dengan Nya

    dan aku malu mengatakanya karena aku malu menerima asusumsi yang tidak benar selama ini

    ya ALLAH YA NUR MUHAMMAD YA ALLAH

  6. aliran tauhid sejati salah ta???

    bukan salah mas tapi kesalahan yg mempelajarinya itu yang membuat tauhidnya salah

  7. islam adalah agama tauhid..
    agama suci..
    agama yg membimbing manusia untuk mencapai kesuciannya.
    siti jenar tidaklah salah,justru dia lbh tinggi tingkat pemahamannya tentang keesaan Allah.
    ma’rifatnya sudah mantap.
    klo belum setingkat dengan dia pasti bertentangan.karna ilmunya adalah mengenal diri,dia sudah mengenal sapa dirinya..
    “kenallah dirimu maka kenal akan tuhanmu”

  8. Orang yang beribadah dengan mengharapkan surga atau pahala berarti belum bisa disebut ikhlas.

  9. Masalahnya… cerita semacam ini memang sudah mengakar. Kalau soal syeikh siti jenar asalnya cacing, dan mati sebagai anjing, itu memang kebohongan yg nyata. namun berita soal eksekusi syeikh sebab ia adalah wali yg memisahkan diri (bughat) dari kerajaan Islam Demak, sudah menjadi cerita yg mengakar di masyarakat, bahkan antropolog Indonesia itu sendiri. Mohon sumber²nya yg sahih agar ditampilkan juga (buku, literatur sejarah, dll). Terimakasih :)
    Semoga kebenaran segera terungkap dan diterima dengan baik oleh kita semua. Aamiin.

  10. kl berbeda versi riwayat hidup gini, jadi bingung dech…

  11. orang yang mengenal dirinya tak mungkin mengakui dirinya tuhan,melainkan dirinya adalah ciptaan.fana’ tidak dikenal.karena fana itu sendiri binasa.sementara kita diciptakan tidak untuk binasa atau membinasakan diri.bahkan nafsu sendiri tidak untuk dibinasakan melainkan dikendalikan itu lah sempurnanya manusia yang diberikan akal yang tidak dimiliki oleh malaikat,jin,binatang dan tumbuhan.kalau ALLAH tidak perlu perantara manusia untuk mengenal diriNYA. “dalam firman ALLAH, kamu beriman atau tidak sama saja bagi ALLAH”.kalau ALLAH masih memerlukan manusia untuk mengenal dirinya maka tiada lah dikatakan bahwa ALLAH itu Maha segala2nya,tiada kurang suatu apapun.yang dikenal adalah diri kita sendiri dengan ASMA’, AF’AL, dan SIFAT yang dititipkaNYA kepada kita.untuk apa ke3 hal tsb?adalah untuk mengenal DZAT NYA.tetap beda antara ibu dan anak walaupun anak hakikatnya dari Rahim IBu.Kalau ALLAH bisa menyatu Hamba dengan TuhanNYA.betapa hinanya TUhan itu sendiri.Dekat tak berarti bersatu.Dekat belum tentu bersama.seperti Air dan Minyak, dekat diatas dan dibawah tetapi tetap terpisah.demikianlah yg dapat saya sampaikan,semoga bermanfaat.

  12. “”ingsun nekseni saktemene ora ono pengeran kang wajib di sembah kejaba ingsun pribadi, lan ingsun nekseni saktemene mohammad iku utusan ingsun.”
    ” Allah manunggal marang ingsun.,Allah nglindungi ingsun,Allah njaga ingsun rino kelwan wengi “,

    Tolong kalo ada yg bisa bahas ini, Aq2 mo sering…. matur suwun……

  13. penasarn banget dgn kisah syekh siti jenar

  14. Subhanllah, thanx banget pencerahannya. Pada akhirnya kebenaran akan terungkap juga. Ini baru penjelasan yang bisa diterima hati dan logika.

  15. Sejarah sudah terlalu keruh karena setting politik pada masa itu. Begitulah yang terjadi jika politik bercampur dengan agama, kacau. Maka jangan sampai sejarah terulang saat ini.
    Jika ingin mengerti Syech Siti Jenar, mungkin sebaiknya memahami ajarannya dengan iklas karena Allah semata. Kesampingkan sementara mengenai siapa dia, para wali, kerajaan demak, cirebon, majapahit dan lainnya.
    Akhirnya “kebenaran terkadang lebih aneh dari fiksi”.

  16. sudahlah mereka hidup di zaman’y..
    kita hidup di zaman kita..
    yg pasti mereka islam dan berpedoman pada al-Quran..
    seperti yg telah allah janjikan..
    kebenaran al-Quran tidak akan pernah pudar sepanjang zaman..
    jadi pelajarilah alquran dan jalani perintah’y serta jauhi larangan’y..
    banyak petunjuk dan kebenaran’y yg belum kta ketahui..
    semua yg telah terjadi dan yg belum terjadi sudah ketentuan tuhan..
    sifat manusia itu terlalu menduga-duga..
    allah tidak menyukai orang2 yg melampaui batas..
    berfikir dan berprilakulah sebatas kemampuan manusia..
    manusia tidak mengetahui apa2 (maksud dan apa2 yg telah tejadi)
    sedangkan allah maha mengetahui lagi maha segalanya..

  17. Ada sumber yang lebih kuat tidak???

  18. Masjid Demak tidak akan pernah ada/berdiri tanpa adanya Syekh Siti Jenar. Karena beliau adlh salah satu dari dua wali yang ada di tanah Jawa/Indonesia yg memperoleh “ilmu Kesempurnaan” diri. beliau memang di fitnah karena adanya unsur politik Agama serta penguasa pd masa itu.

    @Nur : itu adlh syahadat djati yg lebih dalam maknanya, kalo maw sering bisa email k saya.

  19. mas satrio. ..alif melambangkan dzat,lam melambangkan sifat,lam melambagkan asma,ha melambangkan af’al/tingkah laku.bukankah itu semua ada pada diri kita.

  20. syeh siti jenar&para wali songo,mereka smuax adalah wali allah,jd ngapain dibahas,kita smua msh blm smp tingkatnnya,jadi mending dengerin lagu metal aja,hehehe… salam \m/ Bro.

  21. subhanallah, selama ini orang beranggapan salah tentang syekh siti jenar padahal mereka tidak tau cerita yang sebenarnya, ajaran syekh siti jenar tidaklah menyimpang dari agama allah namun orang2 memanfaatkan untuk kepuasan pribadi sehingga banyak yang menganggap syekh siti jenar salah, cerita di tv dan cerita para guru pada muridnya di sekolah adalah salah namun siapa hendak di salahkan mereka hanya menceritakan apa yang mereka ketahui

  22. ingsun nekseni saktemene ora ono pengeran kang wajib di sembah kejaba ingsun pribadi, lan ingsun nekseni saktemene mohammad iku utusan ingsun.”
    ” Allah manunggal marang ingsun.,Allah nglindungi ingsun,Allah njaga ingsun rino kelwan wengi “,

    pada intinya ajaran syekh siti jener adalah pelajaran haqiqi

  23. memang sebuah sejarah tak pernah lepas dari pengaruh situasi politik dan sosial budaya kala itu,dan pemahaman seseorang pun beraneka macam,apalagi sejarah yang di tulis,oleh siapa? Yang penting dari itu semua kuncinya satu yaitu kita harus pandai dan terus menjadi pandai. Pertanyaannya sekarang adalah: ” Apakah sistem atau apakah yang telah dan sedang diterapkan disini sudah seperti yang diharapkan ?”

  24. setuju

  25. semoga sejarah2 yg berkaitan dngn kebenaran agama islam di indonesia bisa lebih jelas.

  26. SANGAT MENYEDIHKAN KALAU FITNAH SUDAH DI JADIKAN DOKTRIN DI KALANGAN UMAT ISLAM!!! “TUNGGU AJABMU BUNG”

  27. “Terima Kasih Atas Informasinya Sehingga Saya Tidak Tergiring Oleh Doktrin-Doktrin Negatif Yang Ada Pada Sang Wali Syeikh Siti Jenar”.
    Semoga ALLAH. S.W.T Memeberikan Ganjaran Untuk Yang Memfitnah Sang Wali. Amin Ya Robbal Alamin

    LANJUTKAN…………!!!! Informasi Seperti ini………………………….!!!!!! “Agar Umat Tidak Salah Dalam Memahami Islam Yang Sangat Indah.”

  28. Hanya Allah yang tau, yg jelas berbuat baik itu baik dan juga selalu menjalankan perintahnya.

  29. Yang syariat sariat,yang makhrifat makhrifat

  30. Kalau ALLAH sdh mmuliakn seseorg maka Tidak akan mnjadi Hina seseorang itu Walaupun Seluruh dunia memfitnah dan Mnghinanya..Dan sebaliknya Tidak akn menjadi Mulia Org yg dihinakn ALLAH..sekalipun seluruh Makhluk Mencoba tuk memuliakan nya…

  31. buat yang sepaham yah…. gimana cara kamu mengenal dirimu sendiri biar kamu bisa kenal tuhan kamu??
    klo bisa jelasin yah,…dalam al Qura’an ayat brapa surat apa??
    khusus buat yang sepaham MAKASIH YAH….

  32. ajaran siti jenar harus di bumi hanguskan,,,,,bumi(jagat,alam),,hangus,arang bewarna hitam(melambangkan sifat kekealan),,,

    bisa di artikan …ajaran sity jenar harus di kekalkan,,,,,,,,

  33. innanii annallaha la ilaha illal ana ………

  34. TIDAK AKAN RIDHO YAHUDI DAN NASRANI, SEBELUM UMAT ISLAM MENGIKUTI AGAMANYA……. MAKANYA BANYAK YANG MENYEBARKAN FITNAH KEPADA WALIYULLAH…..

  35. hmm Memang menarik kisah Syech Siti Jenar kalo saya pribadi meyakini kalo dia gak mungkin Ngawur…dulu pernah saya baca kisahnya dan sayangnya buku saya dah kena Banjir jadi yang saya ingat Beliau (Syech Siti Jenar) Berdialog dgn Sunan Muria..tentang ajarannya dan Beliau (Sunan Muria) ingin Ikut dan berguru kepada Syech Siti Jenar Tapi Syech Siti Jenar Melarang… Beliau Mengatakan kepada Sunan Muria “Kalau Anda Ikut Denganku Akan Merusak tatanan dan formasi wali yang Sembilan Itu…..maka beliau dengan tegas menolak…itu kisahnya yang masih saya ingat
    Tapi Yang sampai skarang belum ketemu Jawaban yang memuaskan Hati saya Pribadi Kenapa Wali Hanya 9 Knapa gak 10 dst dulu pernah baca kisahnya para wali antara wali yang pertama Maulana Malik Ibrahim dgn Wali yang ke 9 ( Sunan Gunung Jati) jelas2 jarak Usia nya Jauh sekali Kenapa Bisa ketemuan Dalam Jumlah tetap Formasi 9 Wali… kalo kata Ibu Saya Wali Yang Satu Wafat maka digantikan oleh Keturunannya Dan Memakai Gelar Wali…juga Contohnya Keturunan Sunan Giri dst yang menyebarkan Islam Ke Tanah Nusantara…Bagian Timur Ok Trims Sharingnya Sangat Bagus Buat Meningkatkan Ke Imanan Kita

  36. Wali itu kekasih Alloh yg tingkat keruhaniannya sangat jauh diatas kita tak ubahnya kanjeng sech Siti Jenar ,bahasa jiwa dan ruh sekelas kita ini tak akan mengerti ,kita hanya bisa mengharap kpd Alloh untuk menjaga diri kita ,hati kita agar tetap IMAN dan selalu bersama NYA,amin…..

  37. benar

  38. assalam..mualaikum saudaraku sebangsa dan setanah air yang tercinta,tidak ada satu manusiapun di kulit bumi ini yang dilahirkan tanpa melalui rahim ibu {kecuali adam dam hawa}.
    saudaraku semua wali Allah yang telah meninggal jangan dipermasalahkan meninggalnya,semua yang hidup akan mati,hanya proses yang berbeda,tapi yang jangan sampai mati adalah ilmu yang diajarkan atau diwariskan kepada kita.
    saudaraku yang tercinta,kalaulah ilmu {ajaran}itu dimatikan niscaya tidak akan terwujud yang namanya masyarakat fidunya hasanah wabil akhirati hasanah,tapi yang di dapat adalah saling fitnah,silih gasak,gosok dan gesek yang akhinya menjadi bangsa yang hina papa,menjadi budak jajahan yang ekploitasi berikut alamnya.oleh bangsa yang kuat yang memiliki ilmu
    iblis. Audubillah…
    Wassalam….

  39. OK tenan tulisan antum,salut. Kebenaran akan selalu menang,bagaimanapun caranya.

  40. manakah yg harus diikuti? Btw, tetanggaku ada yg ppengikut syekh siti jenar, hmmmm beberapa tahun ini bapakku sendiri juga telah mengikuti ajarannya. Q jadi bingung setelah mendengar penjelasannya bapak ku tentang esensi sholat, siksa kubur, malaikat dst menurut ajaran syekh siti jenar. tak bisa ditolak akal, semua bisa diterima secara logis. Gimana seharusnya? Tolong yg bisa jawab yah…makasih buaaanyaaakkk….

  41. ehm ada sumber nya ngak semua itu?sanggahan2 anda diatas kayaknya kurang mencantumkan sumber nya dech….jd ya hanya Allah yang tau

  42. ok bgt artikelnya…

  43. Setiap ke zholiman yg dibuat oleh penguasa untuk menghancurkan nurnya Allah akan terbuka dengan sendirinya melalui perantara-perantara Allah yaitu mereka yang menjadi penyampai risalah Allah

  44. alhamdulilah…

  45. Ajran syek siti jenar bkn fitnah tp benar..dia itu wali alllah

  46. seseorang yang tidak mengenal ajaran tersebut pasti menyebutnya sesat..tapi kalo orang mengenal ajrannya pasti itu menimbulka keraguan, karena iman itu belum tumbuh di jiwa dan batinnya…

  47. dari buku yang pernah ku baca tentang ajaran syech siti jenar yaitu beliau menggabungkan seluruh ide2 yang ada dalam setiap agama untuk mendapatka pemahaman yang luar biasa…jadi beliau mendapatkan 5 jalan untuk kembali ke Tuhannya, bukan satu…yaitu disebut Manunggaling Kawula Gusti……ajaran yang begitu fenomenal…

  48. sbenernya ada hal yg tidakj kalian mengerti tentang Syech Siti Jenar.

  49. sejarah kadang bikin pesaran

  50. Mungkin saya bukan seorang yg faham tentang Islam dan sejarah. .tapi bukannya di dalam kitab suci kita al quran memang sdh tertulis. .bahwasahnya umat umat di luar islam tidak pernah ridho dengan ajaran Islam yang begitu agung?dan alhamdulillah atas petunjukNya sy dpt memeluk agama Islam nan suci. .mudah2an pembelotan cerita itu semakin menambah ktebalan iman kita. .

  51. Ssungguh allah mha
    mngthui . .
    . . .ap yg tdak kta
    kthui. ?
    . . .

  52. memang sungguh membingungkan kalau sumbernya belum jelas dan bermacam-macam, hingga ada yang mengikuti ajarannya yang padahal bukan dari Syeikh Siti Jenar. Semoga kita diberi petunjuk menuju jalan yang memang benar dan diridhoi Allah SWT.

  53. smoga smua itu benar ada’a
    Allahu alam bil murodhie

  54. saya masih dalam tahapan syariat

  55. semuanya itu hanyalah amanah buat kita semua agar setiti ati-ati eling lan waspada.( rebutan balung tanpo isi ).
    sama – sama tidak tahu yang terpenting sekarang bagaimana didalam diri kita masing – masing menjadi khalifah dibumi retno ini.salam hamemayu hayuning bawana.

  56. cerita tentang Syech Siti Jenar memang tak pernah lapuk… saya sependapat dgn tulisan ini. Maksud Syech St Jenar berasal dr cacing itu cuma perumpamaan. Maksud belaiu dibunuh, kemudian jasadnya menjadi bangkai anjing itu adalah tdk masuk akal. Betul sekali bhw crita itu bertujuan utk devide et impera yg diprakarsai penjajah blanda. Lalu yg tambah runyam lg, adalah makam beliau yg berada dimana2, seperti di Cirebon, Demak, dan dibeberapa tmpat. Oleh krn itu ambil inti sari crita itu saja..Yg terpenting qta brIbadah kpd Tuhan dgn baik, berprilaku baik, saling tolong, ikut memajukan kehidupan bermasyarakat..yg berkeadilan..insyaAllah.

  57. biar pun iya di bunuh oleh wali keyakinannya yabg sangat sejati dia bukan cuma hafal atau menyuruh

  58. syeh siti jenar sungguh manusia sempurna dan sejati

  59. saudaraku… biarkanlah syeikh siti jenar, wali songo punya jamannya masing-masing. Yang penting apapun itu ceritanya, sejauh itu tidak bertentangan dengan Al Quran dan Assunnah, it’s ok.

    Perlu barangkali kita ingat kembali, barangsiapa dalam hidupnya Al Quran dan Assunnah menjadi pedoman, maka ia akan selamat dunia akhirat.

    salam
    tisna

  60. tidak ada yg sepat menulis sejrah pd wktu itu,,,,,, kluw emng penasaranya brlebihaan,,,, masuk aja ke alam gaib di sana mungkin ada yg masih ingat sejarahnya. tpi alm gaib itu brbahaya n katanya penuh tipu daya jdi hrs hati hati di sana…………………

  61. Kuserahkan semua hanya pada ALLAH karna dia yg maha tau

  62. salam kasih
    banyak yang mengamini bahwa sejarah indentik dengan penguasa adalah yang benar,penguasa yang paling baik dan lain lainnya serta mengaburkan/ sedapatkan mungkin menghapus yang kalah dalam perebutan kekuasaan, jadi baca sejarah alangkah baiknya ditambah dengan apa dan mengapa
    oke!!! semoga indonesia lebih baik

  63. Kisah lama sulit untuk diungkap, hanya Allah yang maha mengetahui…….wasss

  64. Gini aja deh, Intinya Syahadat Cuma 1 yaitu “Ashaduala illahaillawloh, waashadu allamuhamada rosululloh” jika ada syahadat lain selain itu saya berani jamin itu bukan ajaran islam…

    kalo mengenai cerita ini saya berterima kasih mas telah diberi sedikit pencerahan, namun akan jauuuuhhh lebih bijak jika ada sumber2 yg sahih bisa di tunjukan di sini, jadi lebih jelas dan tidak jadi tambah ngaler-ngidul..

    kesimpulan: dari pada meributkan untuk memilih antara ajaran wali songo / syekh lemah abang yang berujung dengan pertikaian antara umat islam, saya lebih memilih langsung aja mengikuti pedoman yang tidak mungkin salah, yaitu ajaran Muhamad SAW beserta alquran dan hadis, dan hanya menyembah ALLOH SWT..
    thats it… beres kan ???

    sudah selayaknya kita menghormati para wali karna dengan adanya perantara mereka islam bisa masuk ke Indonesia.
    tapi sekarang zaman udah canggih, kita bisa langsung mengakses tentang sejarah nabi Muhamad SAW yang jelas-jelas manusia yang paling sempurna iman nya, jauh lebih sempurna dari pada para wali di seantero jagat raya.
    bener kan …

    Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh…

  65. idih salah kaprah nih blog ….buku tentang siti jenar dah ada 2 versus di masyarakat …..yang satu bilang siti jenar memang dari cacing yang mendengar atau mencuri ilmu sunan kali jaga yang kedua emang siti jenar harus di bunuh karena ajarannya menyimpang dari 9 wali tanah jawa karena dapat menggganggu syiar islam yang murni yaitu berdasakan syair islam,,,,jadi bayak yang pro kontra tentang siti jener termasuk blog ini

  66. @Hamba ALLOH : kalimat syahadat terdiri dari 2 kalimat,, kalimat 1 syahadat Allah,,,”Ashaduala ilaha illallah”,,kalimat 2 syahadat rasul,,, “waashaduanna muhammadarrasulullah”,, intinya yg 1 pecaya/yakin adanya Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Hidup dan yg 2 percaya/yakin akan Muhammad SAW adalah Utusan/nabi/rasul Allah.

    *yang menjadi pertanyaan saya,, darimanakah munculnya “tokoh” syekh Siti jenar itu sendiri??,, jika di runut dari berbagai sumber sejarah (literatur di toko2 buku),,”tokoh” syekh siti jenar ini “dimunculkan” karena bergurunya Sunan Kalijaga kepada Sunan Bonang,, sedangkan saat Sunan Kalijaga berguru kepada Sunan Bonang,, keduanya berada di tengah lautan yang tidak di ketahui oleh siapapun kecuali beliau beliau berdua dengan Sang Pencipta.. mohon sekiranya pemilik blog bisa menjelaskan hal ini,,,terima kasih.. Salam kenal semuanya..:D

  67. buatku sih mengapa mesti diributkan ? yang namanya sejarah biasanya berisikan cerita bahwa dirinya yang benar! sedangkan yang kalah menerima apa adanya, karena tidak bisa melawan, sekarang mari kita renungkan mengapa ceritanya seperti itu dengan kepala dingin !
    sebab penulis / pendukung sejarah akan marah marah bisa bisa bakar sana bakar sini sebab merasa tulisannya dikoreksi !
    cukup kita baca, kita renungkan dan kita diskusikan dengan kepala dan hati yang dingin, biarlah kesejahteraan dan damai ada dibumi!

  68. “manunggaling kawulo gusti”itu adalah kata2 makrifat semuanya ada tafsirny,yang sesat bukan ajarannya tapi umatnya yang tidak memahaminya….syeh siti jenar adalah wliyullah,dia bukan dari cacing,tapi menjelma jadi cacing untuk menambal perahu yang ditumpangi kanjeng sunan kali jaga…

  69. Penerbit Ilmu Surabaya
    sering menggembor – gemborkan
    bahwa Syeh siti jenar itu sesosok
    orang jawa

  70. Amin akhirnya ketemu juga bukan dari buku yang meyesatkan kita

  71. maha suci allah yg maha mengetahui, syech siti jenar mnurut saya memang menganut ajaran allah nmun tingkat ma’rifatnya telah tinggi, terimakasih

  72. URIP KANGGO URIP.URIP KANGGO MATI,MATI KANGGO URIP
    “KUBURANMU BESOK BAKAL D SEMBAH SEMBAH DI UJO UJO,TAPI PANGGAH AJARANKU COROKU DEDONGO SING D ENGGO”
    eyang syeh siti jenar adalah waliALLOH yg mastur{ d sembunyikan} penuh rahasia,sampai ninggal pun penuh rahasaia.tidak mau menunjukan ato SOK RUMONGSO.karena RUMONGSO ITU ABOT bg wali RUMONGSO ITU DOSA BESAR DAN HARUS TOBAT

  73. yang saya tahu syeh siti jenar adalah waliYAALLOH YG MASTUR

  74. orang yang terus belajar makrifat, tp tidak menjalan kan sareat/tarekat/hakekat.
    sesungguh nya ia telah mendekati kekafiran

  75. syekh siti jenar….,salah satu guru yg menginspirasi hidup saya…,yg mengajarkan tauhid melalui laku budi pekerti yg agung…,yg mengajarkan hidup bersyare’at seimbang dgn hakikat..,

  76. ada motif politik di balik sejarah syeh siti jenar yg kontroversi

  77. yg jls syeh siti jenar adalah tauladan bagi saya pribadi….

  78. Terimakasi kepada yang tau asal usul sejarah yang pasti..dan sedikit kita tergugah dengan banyak membaca dan kita juga sudah punya pendirian sendiri ,semua nabi wali pasti benar segalanya karena kehidupan nya itu sudah menjadi keyakinan penuh Bahwa Alloh segalanya dan kita menghormatinya kepada pemberi ilmu2 ini menjadi landasan Hidup kita untuk menuju ke yaumal ahir sempurna.

  79. cape deh ngurusin yg bgituan,urus diri sendiri aj blm tntu bner,apalagi yg bgitu
    ilmu agama qt blum sampe ke situ.alif aja ga ngerti artinya apa

  80. apa yang diributkan?orang beragama sekarang saja sudah salah kaprah.agama islam dipahami seccara ngawur.orang beragama menjalankan sareat kalau bukan karna pamrih surga atau takut siksa neraka.bukan iklas sebenar iklas.tapi pamrih mana mungkin Allah menerima ibadah orang bila ia tidak iklas.karna sarat sah suatu ibadah harus lklas karna Allah.seandainya tak ada surga neraka mungkin orang sekarang tak mau ibadah.karna jaman sekarang umumnya orang takpunya hati bersih penuh dengan pamrih.seandainya kita dimasukkan keneraka apakah kita bisa menuntut.bukankah itu hak Allah mau diapakan ciptaannya.walaupun Allah sudah berjanji.jadi orang beragama sekarang karna ketakutan dan pamrih.bukan iklas danpasrah kepada Allah.seperti syeh sitijenar.

  81. syeh siti jenar ajaranya paling mendekati kebenaran.sedang agama impor(islam,kriten,hindu,buda dll).penuh dengan kepentingan politik dan ekonomi.agama sekarang dan dulu cuma sarana untuk carimakan & kekuasaan.coba panggil ustad untuk ceramah.nggak usah diamplopi(duit maksutnya).besok2 panggil lagi.dijamin nggak mau datang lagi.sedang ustad sekarang sama kayak artis semakin terkenal semakin mahal untuk mengundangnya.arab nggak usah repot repot promosi para ustad sudah mempromosikan untuk datang ke arab,setiap hari.haji umroh dll.memanglah bangsa dunia sudah terjajah sama bangsa arab.memang bodoh bangsa indonesia karna iming2 sorga pergi haji kadang ngutang2.padaahal rakyat indonesia masih banyak yang miskin,kekurangan.uang dibuang kearab ,kita mengirim babu kesana.sungguh menyedih kan.apalagi banyak yang berkasus diperkosa, disiksa dibunuh.dimana hatinurani bangsa ini.bodoh kok nggak habis2.

  82. Orang yang menggunakan paham Syekh Siti Jenar silakan lanjutkan perjalanan sepiritual kalian dalam mengenal Allah, dan jangan berbuat jahat dan merasa lebih hebat dari orang lain…..dan Orang yang berjalan di jalan Syareat Islam silakan jalankan Syareat Islam dan jangan mengganggu perjalanan sepiritual orang lain dan jangan merasa menjadi orang yang tidak punya dosa…….toh mati yang nanggung pribadi masing-masing…..tidak mungkin si A di salahin oleh Allah karena si B memeluk agama lain.

    Jangan mencari titik temu dari ilmu Syekh Siti Jenar dengan Syareat Islam karena tidak sejalan. Awal kehidupan boleh sama tapi akhir dari cerita hidup berbeda.

    Pengikut syekh siti jenar memahami hidup yang saat ini mati, dan besok kalo sudah lepas dari raga dia akan hidup,…..hidup abadi dialam ketenangan tanpa nafsu, sedih, susah, tanpa butuh makanan, tidak berjenis kelamin dan wujudnya tidak berdaging seperti sekarang ini…..suatu keadaan yang sulit dilukiskan dengan bahasa atau kata-kata, tapi inilah sumber dimana awal permulaan manusia berasal,…….jelasnya manusia itu berasal dari Allah dan kembali ke Allah. sehingga sesuai dalil “innalillahiwainnailaihirojiun”.

    Sedangkan orang Syareat memahami hidup yang saat ini yah hidup, dan besok kalo sudah lepas dari raga dia akan mati,…..dia akan hidup di alam kubur menanti datangnya kiamat, setelah kiamat manusia yang mati akan di bangkitkan dan akan di minta pertanggung jawabannya, dan timbang amal perbuatannya. Setelah ditimbang dia akan diminta menyebrangi jembatan sirotol mustaqim, bagi yang amal perbuatannya lebih banyak dari yang buruk akan mampu menyerangi jembatan ini…..yang saya tau jembatan sirotol mustaqim seluas rambut dibelah menjadi 7 (silakan cari sendiri kebenerannya).

    Bagi yang mampu melewati jembatan sirotol mustaqim akan masuk sorga yang penuh bidadari, di sorga manusia masih memiliki nafsu sahwat, terkena lapar dan haus, yang pasti kebutuhannya masih mirip dengan yang ada di dunia ini…..tapi yang pernah saya tanya ke teman yang ngerti syareat disana tidak ada Internet jadi jangan harap bisa ngeblok lagi…..inilah perjalanan akhir dari orang yang menjalankan syareat dan dia hidup bahagia bersama bidadari didalamnya………(apakah sesuai dengan dalil “innalillahiwainnailaihirojiun” silakan tanya utatnya masing-masing?)

    Kalo boleh beri pendapat yang saya harapkan hendaknya kita sebagai bangsa Indonesia jangan saling merasa risih dengan orang yang kepercayaannya beda, sikapi saja semua itu dengan sikap arif, dan selalu koreksi pribadi masing-masing, sebab ahlak kita belum tentu lebih baik dari ahlak orang yang berbeda keyakinan.

    Menurut sudut pandang saya Ilmu Allah itu sangatlah luas, lebih luas dari alam semesta ini, dan tidak mungkin muat jika ditulis dalam 1 buku saja. dan kemudian diyakini oleh banyak orang sebagai pegangan hidupnya.

    Maaf jika ada salah-salah kata dari saya atau ada yang tersudutkan, sekedar hanya berpendapat saja kok.

  83. gw kaga ngerti ajaran SYEIKH SITI JENAR,yg gw tau pelajari AGAMA DARI SUMBER-NYA..YAITU ALQURAN DAN HADIST..ngga akan ada kesalahan apapun bila bersumber dari itu..apalagi banyak bahasa yg gw kaga ngerti dalam ajaran DIA,bersifat kedaerahan buat gw..berpegang pd AL QURAN karena ALLAH YG MENJAGA KESUCIAN DAN KEBENARAN AL QURAN..mau buku sebagus apapun kalo ngga sesuai AL QURAN (tentang agama ISLAM..nih);gw anggap ngga ada yg istimewa..

  84. kl kita pake aji rogosukmo bisa ga ya mundur ke masa lalu utk mencari kebenaran sejarah yang sesungguhnya atau bila perlu pake mesin wkt mundur kemasa lalu,,bingung jadinya

  85. sedangkan syeh siti jenar kental dgn kejawen bkn berarti penganut kejawen,yang memfonis beliau sesat hanyalah manusia yang pola pikirnya msh jalan ditempat,ilmu yang beliau ajarkan adalah ilmu yang sesuai dan alqur”an dan hadist tidak lebih apalagi kurang…..,,,jelas ilmu yang diajarkan beliau terkhusus ditanah jawa ini adalahilmu ttg akhlak dan budi pekerti manusia,,setelah itu sedikit demi sedikit baca tulis ttg ilmu alqur”an menanjak keatas ttg ilmu ketauhidan…dst………….

  86. Mengenai Syekh Siti Jenar atau Kanjeng Sunan Kajenar memang beragam cerita,kisah,dsb. Syekh Siti Jenar adalah korban politik para Wali 9 dalam mendirikan Kerajaan Demak. Karena dimasa itu kesuksesan beliau mengislamkan para pembesar/petinggi Kerajaan Majapahit, jika Majapahit dapat di islamkan tentunya Demak tidak mungkin berdiri, dengan itulah kisah politik itu terjadi. Untuk menutupi suatu kebenaran maka para wali 9 membuat cerita rekayasa agar apa ajaran Syekh Siti Jenar dianggap sesat.

  87. Ya Man Nurruhu Fa Sirihi, Wa siruhhu fikholqi

  88. semua yang di dunia ini tak ada yang tak mungkin,semua tergantung dari ALLAH yang menentukan.kalian bisa ngomong dan ini dan itu tapi hanya ALLAH yang maha mengetahui.kita hidup jalani apa yang kita bisa dan yang kita mampu dengan niat yang baik dan jalan yang baik,sehingga kita bisa berharap hasil yang baik pula.kita berjalan bak kapas yang berterbangan tanpa beban dan menerima apa yang di takdirkan.hidup itu untuk mati,hidup itu amanat jadi kita harus siap dan mempersiapkan semua mulai sekarang sebagai rasa pertanggung jawaban kita pada ALLAH.

  89. Bila diantara Anda ada yang ingin menyelami kedalaman pemahaman Syekh Siti Jenar, saya bersedia kirimkan buku tentang Guru Sejati yang dapat memberikan petunjuk Cahaya dan Suara Bathin, petunjuk awal pintu gerbang bathin mengenali kesejatian diri Anda. Silahkan SMS ke 0817 689 3113. Buku (edisi bahasa Indonesia) dikirimkan gratis sampai ke alamat Anda tanpa embel apa-apa.

    Tersedia juga buku yang membahas syair pujian Jalaluddin Rumi kepada Gurunya, berjudul “Shams-e Tabrizi” (khusus bagi pembaca yang menguasai bahasa Inggris, sebab belum diterjemahkan). Buku ini juga gratis dan dikirimkan dalam jumlah terbatas.

  90. memang sejarah kadang di tulis oleh siapa yg berkuasa, kadang kita di paksa untuk menerima sesuatu yg tak masuk akal, jauh dari nurani, banyak sekali sejarah yg harus diluruskan, bukan hanya pada jaman dulu tapi di era sekarang, mungkin gak populer tapi itulah sesuatu yg harus diluruskan, misalnya misteri g 30 s pki, kasus tri sakti, penculikan aktifis, jakarta jd abu, kasus centuri, ini mungkin akan menjadi sejarah kelam di masa yg akan datang, semua adalah siapa yg berkuasa, semoga bermanfaat

  91. Memeluk agama itu pada hakekatnya adalah Akhlaq,budi pekerti dan kelakuan yang diridloi Allahuta’ala yang dilakukan sehari-hari sesuai dengan sifat2 Allah dilaksanakan/diimplentasikan sepanjang hidup/umur. Tidak perlu meributkan yang lain. Semua syari’at suatu agama itu difungsikan untuk membentuk Akhlaqul karimah. Setiap Rosul agama apapun dibekali syari’at yang muaranya untuk mencapai Akhlaq itu. Bahkan Rosulloh pernah jelaskan “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq manusia”. Hal ini udah amat jelas. Hal ini/pemahaman ini mutlak untuk bekal hidup kita. Tidak usah ribut2 soal syari’at atau hakekat, ma’rifat dan lain2. “TUHAN MELEKAT PADA KITA” tidak usah ragu. Pengamal syari’at setia yang dalam kehidupanya tdk berakhlq mulia dilahir dan batin ya NIHIL hasilnya.

  92. Ceritanya bagus! Masuk akal. Tapi referensinya dong?

  93. sesungguh nya seh siti jenar… waliullah sesungguh nya iya bernama R.abdol jalil putradari kerajaan sunda wiwitan/sumedang larang ..dia penganut aliran sufi..seh siti jenar artinya ..tanah yg merah…manusia berproses dari tanah .didalam kandungan kita terjadi bageken cacing /sel telor bertemu denang ufum terjadilah kita semua itu seperti aatcacing ….bersukurlah kepada ibu kita supaya taat , berkiblat lah kepada perut kita supaya jadi manusia yg ber ahlak arti nya makan lah dari yg halal .amirika sudah bikin apartemen di bulan bro islam agama yg cerdas masak masih kurang cerdas .maaf konfir masi /penjelasan arti nya semua itmak kias tank fren

  94. Hamba ALLOH pada 29 April 2012 pada 5:32 am Gini aja deh, Intinya Syahadat Cuma 1
    yaitu “Ashaduala illahaillawloh,
    waashadu allamuhamada
    rosululloh” jika ada syahadat lain
    selain itu saya berani jamin itu bukan
    ajaran islam…

    syahadat yang kamu ucaplan”waashadu allamuhamadar rosululloh ” artinya dan aku bersaksi tiada muhammad utusan allah ,.

    Nulis syahadad aj salah sok2 ceramah di postingan .,

  95. Ass wr wb
    Kalo kita kembali ke asal muasal penciptaan manusia, yang katanya diciptakan dari tanah merah, kemudian Allah meniupkan Ruh Nya dan selanjutnya terbentuklah yang disebut MANUSIA (hidup). Artinya ada bagian dari Allah itu yang menyatu dalam diri kita. Maka dari itu ketika kita meninggal Allah itu berfirman bahwa jasadmu kembali ke bumi dan RUH itu kembali pada KU.
    1. Kita yang belum seutuhnya memahami/paham/mengerti janganlah memberikan vonis, perbedaaan dan perdebatan tidak akan berakhir jika kita memaksakan bahwa kita yang “PALING BENAR”.
    Saya pernah membaca “TELAH KU CIPTAKAN KAMU BERBEDA BEDA BERSUKU SUKU BERPUAK PUAK, LAKI LAKI DAN PEREMPUAN, BAIK DAN BURUK, SIANG DAN MALAM…….AGAR KAMU BERTAQWA KEPADA KU” artinya Allah menciptakan perbedaaan agar kita bersatu untuk mengabdi dan menyembah yang satu yaitu Dia Allah. Perbedaaan yang ada di muka bumi ini dalam kajian yang lebih luas adalah “SUDAH MERUPAKAN KETENTUAN DAN KETETAPAN ALLAH”. Jelas sudah jika makhluk ( mis : manusia) itu ada yang kulitnya berwarna putih, hitam, merah, coklat dsb bukan karena keinginan makhluk tersebut tetapi atas dasar KETENTUAN DAN KETETAPANNYA. Begitupun adanya perbedaan AGAMA. Jika kita berpedoman pada al-qur’an dan hadist, mengapa kita sering kali mempermasalahkan agama agama lain atau hal lain nya. Artinya kita tidak meyakini firman Allah (ayat al qur’an) tsb diatas.
    2. Lakum dinukum waliyadin (agamamu agamamu agamaku agamaku). Dan inipun ada dalam al qur’an, mengapa kita masih sering memperdebatkan perbedaan agama yang ada dimuka bumi. Berkaitan dengan hal diatas (1) “APAKAH TIDAK MUNGKIN HAL TERSEBUTPUN SUDAH MERUPAKAN KETENTUAN DAN KETETAPAN ALLAH?”. Alangkah beraninya jika kita menentang ketentuan dan ketetapan Allah tersebut.
    3. Masalah Syekh Siti Jenar tentang MANUNGGALING KAWULA GUSTI (MKG), saya tidak bisa membahas terlampau jauh karena kita adalah umat kebanyakan yang belum/tidak mendapatkan level “Ma’rifat” ataupun derajat kewalian ataupun karena keterbatasan kita tentang ilmu ketuhanan (TAUHID) yang masih sangat dangkal. Kita hanya tahu dari cerita mulut ke mulut ataupun membaca refrensi (buku, browsing dsb). Tetapi secara pribadi saya berpendapat bahwa “HAL TERSEBUT BISA SAJA TERJADI, KARENA TINGKATAN SYARI’AT, THARIQAT, MA’RIFAT DAN HAKEKAT” yang telah dicapai (Syekh Siti Jenar ) sudah mencapai tahapannya.
    Hal yang ringan saja “selarasnya ucapan dan tindakan” saja, kita belum seutuhnya dapat melakoni dalam kehidupan sehari hari, bagaimana mungkin kita bisa memperoleh/mencapai/mendapat derajat “kewalian” (ma’rifatullah dsb). Kita masih terbelenggu dengan “keduniawian”, kita masih belum bisa mengekang “hawa nafsu” yang berupa Iri, Syakwasangka, Loba, Angkuh dan Marah, kita masih Egois dsb dsb.
    Demikianlah, hanya sekedar sumbang saran dan pemikiran, jika ada kesalahan dalam penjabarannya mohon maaf, karena pengetahuan yang terbatas hanya bisa mengupas selintas sehingga tidak sampai tuntas.

  96. sungguh artikel ini amat sangat bagus…. meluruskan sejarah dengan semua metode yang ilmiah dan rasional… dengan membacanya saya jadi tambah mengerti dan mengenal lebih jauh tentang seorang tokoh islam yang bahwasanya dinilai buruk dan sesat namun sejatinya adalah seorang tokoh islam yang sama yang juga menjalankan syari at sayari at islam…. menurut tuntunan Al Qur’an dan Hadits

    Matur Nuwun…

  97. Ada lagi ga

  98. sejarah telah dirubah,kalian mengetahui sebab adanya tulisan, disatu sisi kalian hanya meyakini adanya… manusia seperti kalian tergolong manusia pemimpi.

  99. heheheee.., yg pro terhadap tulisan diatas tidak salah, yg kontra juga tidaklah salah. Yang menjadikan salah kalau kita ini sampai baku hantam gara2 tulisan diatas. Pada intinya untuk urusan keyakinan ya ‘Lakum dinukum waliyadin’ saja (“Bagimu Agamamu – Bagiku Agamaku”). Sependapat dengan tulisan Pak Eko Budhi Ribowo diatas..

  100. kta lhir dimsa skrng n dulu adalh yg lalu,sjrh diptr blkn itu adalh hal yg biasa hnya bgmna kta menyikpnya.
    Andai pnlis bsa sertkn asal syekh sti jnr dari mna,siapa orng tuanya mngkn kta bsa lbh tuk memhaminya dngan gmblng,jngn menylhkn ataupn menghjt pndpt orng lain krna sprtnya kta tdk lebih baik dari mereka.
    Apkh pnlis jga tau klo sykh bersebrangan kyknan dngn bpknya yg seorang bgwan,apkh pnls jga tau akbt berbeda kyknan mereka mengadu kepandaian dan sipa yg unggl diantara merka.
    Kenpa ada yg blng sykh berasl dri ccng,tpi apkh merka tau knpa bsa sprti itu?
    Benar….secara riil ataupn nyta g mngkn seokr ccng bsa jdi mnusia, apkh penls tau inti dari ilmu ma’rifat yg tdak bsa diajarkn sembrngn. Jngankn hewan setan ndengar aja bsa jdi manusia.
    Tapi yg jls semuanya walohu alam.

  101. wah artikel yg bagus,,,

  102. Bisa2nya ya sejarah diplintir begitu…

  103. Ha..ha… kalau menurut saya setelah membaca sejarah di atas tentang syehk siti jenar dan wali songo tentang penyebaran agama islam yang berbeda, itu cuma cerita rekayasa penjajahan jaman dulu, supaya terpecah belah umat ismat islam jangan sampai bersatu, mungkin saja cerita itu jaman penjajahan si bule ( belanda ). karena hanya orang pintar politik yang bisa menulis sejarah itu. untuk itu untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat kita, Jalankanlah Perintah Alloh swt. yang telah diterangkan di dalam kitan Al-qur’an. Dekatkanlah ahlaq/aqidah kita dengan “Hablumminannas dan” Hablumnnallah

  104. ya namanya tulisan kan hanya hasil dari pemikiran orang, bisa jadi benar, bisa jadi salah…bisa jadi dulu dibilang salah,tapi sekarang dibilang benar, atau sebaliknya…yang baca juga macem2 pemikirannya, akhirnya hasil penafsirannya bisa jadi banyak yang berbeda…
    kl tidak ada perbedaan, mana mungkin kita akan berfikir..

    yang paling benar dan tidak berubah hanya tulisan di al qur’an dan al hadist..selebihnya wallohu alam,hanya Allah yang maha mengetahui..

  105. Ass wwr wb
    Mungkin ada yang ingin mengetahui silsilah Syekh Siti Jenar, saya kebetulan browsing dan saya download yang hasilnya sebagai berikut

    Asal Usul Syekh Siti Jenar
    Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan ‘Ali Al-Husaini, dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian setelah dewasa mendapat gelar Syaikh Abdul Jalil. Dan ketika datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia mendapat gelar Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit.
    Syaikh Siti Jenar adalah seorang sayyid atau habib keturunan dari Rasulullah Saw. Nasab lengkapnya adalah Syekh Siti Jenar [Sayyid Hasan 'Ali] bin Sayyid Shalih bin Sayyid’ Isa ‘Alawi bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid’ Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan bin Sayyid ‘Alwi’ Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath bin Sayyid ‘Ali Khali Qasam bin Sayyid’ Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma’ah bin Sayyid ‘Alwi al-Mubtakir bin Sayyid’ Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid ‘Isa An-Naqib bin Sayyid Muhammad An- Naqib bin Sayyid ‘Ali Al-’ Uraidhi bin Imam Ja’far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam ‘Ali Zainal’ Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Muhammad Rasulullah Saw. Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an usia 12 tahun.
    Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, yaitu Sayyid Shalih, diangkat menjadi Mufti Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Saat itu. Kesultanan Malaka adalah di bawah komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani.
    Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan ayahnya bermukim di Malaka.Kemudian pada tahun 1424 M, Ada perpindahan kekuasaan antara Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah.Sekaligus pergantian mufti baru dari Sayyid Sholih [ayah Siti Jenar] kepada Syaikh Syamsuddin Ahmad. Pada akhir tahun 1425 M. Sayyid Shalih beserta anak dan istrinya pindah ke Cirebon. Di Cirebon Sayyid Shalih menemui sepupunya yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid Ahmad.
    Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon adalah sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dari sanad Utsman bin ‘Affan. Sekaligus Penasehat Agama Islam Kesultanan Cirebon. Sayyid Kahfi kemudian mengajarkan ilmu Ma’rifatullah kepada Siti Jenar yang pada waktu itu berusia 20 tahun. Pada saat itu Mursyid Al-Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyah ada 4 orang, yaitu:
    1. Maulana Malik Ibrahim, sebagai Mursyid Thariqah al-Mu’tabarah al-Ahadiyyah, dari sanad sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan sekitarnya
    2. Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi, dari sanad Sayyidina ‘Umar bin Khattab, untuk wilayah Turki, Afrika Selatan, Mesir dan sekitarnya,
    3. Sayyid Kahfi, dari sanad Sayyidina Utsman bin ‘Affan, untuk wilayah Jawa Barat, Banten, Sumatera, Champa, dan Asia tenggara
    4. Sayyid Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari sanad Imam ‘Ali bin Abi Thalib, untuk wilayah Makkah, Madinah, Persia, Irak, Pakistan, India, Yaman.
    Kitab-Kitab yang dipelajari oleh Siti Jenar muda kepada Sayyid Kahfi adalah Kitab Fusus Al-Hikam karya Ibnu ‘Arabi, Kitab Insan Kamil karya Abdul Karim al-Jilli, Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali, Risalah Qushairiyah karya Imam al-Qushairi, Tafsir Ma’rifatullah karya Ruzbihan Baqli, Kitab At-Thawasin karya Al-Hallaj, Kitab At-Tajalli karya Abu Yazid Al-Busthamiy. Dan Quth al-Qulub karya Abu Thalib al-Makkiy. Sedangkan dalam ilmu Fiqih Islam, Siti Jenar muda berguru kepada Sunan Ampel selama 8 tahun. Dan belajar ilmu ushuluddin kepada Sunan Gunung Jati selama 2 tahun.
    Setelah wafatnya Sayyid Kahfi, Siti Jenar diberi amanat untuk menggantikannya sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dengan sanad Utsman bin ‘Affan. Di antara murid-murid Syaikh Siti Jenar adalah: Muhammad Abdullah Burhanpuri, Ali Fansuri, Hamzah Fansuri, Syamsuddin Pasai, Abdul Ra’uf Sinkiliy, dan lain-lain.
    Syekh Siti Jenar lahir sekitar tahun 829 H/1348 C/1426 M (Serat She Siti Jenar Ki Sasrawijaya; Atja, Purwaka Tjaruban Nagari (Sedjarah Muladjadi Keradjan Tjirebon), Ikatan Karyawan Museum, Jakarta, 1972; PS Sulendraningrat, Purwaka Tjaruban Nagari, Bhatara , Jakarta, 1972; H. Boedenani, Sejarah Sriwijaya, Terate, Bandung, 1976; Agus Sunyoto, Suluk Abdul Jalil Perjalanan Rohani Syaikh Syekh Siti Jenar dan Sang Pembaharu, LKiS, yogyakarta, 2003-2004; Sartono Kartodirjo dkk, [i] Sejarah Nasional Indonesia, Depdikbud, Jakarta, 1976; Babad Banten; Olthof, WL, Babad Tanah Djawi. In Proza Javaansche Geschiedenis, ‘s-Gravenhage, M.Nijhoff, 1941; raffles, Th.S., The History of Java, 2 vol , 1817), dilingkungan Pakuwuan Caruban, pusat kota Caruban larang waktu itu, yg sekarang lebih dikenal sebagai Astana japura, sebelah tenggara Cirebon. Suatu lingkungan yg multi-etnis, multi-bahasa dan sebagai titik temu kebudayaan serta peradaban berbagai suku.
    Selama ini, silsilah Syekh Siti Jenar masih sangat kabur. Kekurang jelasan asal-usul ini juga sama dgn kegelapan tahun kehidupan Syekh Siti Jenar sebagai manusia sejarah. Pengaburan tentang silsilah, keluarga dan ajaran Beliau yg dilakukan oleh penguasa muslim pada abad ke-16 sampai akhir abad ke-17.Penguasa merasa perlu untuk “mengubur” segala yg berbau Syekh Siti Jenar akibat popularitasnya di masyarakat yg mengalahkan dewan ulama serta ajaran resmi yg diakui Pemerintah Islam waktu itu. Hal ini kemudian menjadi latar belakang munculnya kisah bahwa Syekh Siti Jenar berasal dari cacing.
    Dalam sebuah naskah klasik, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas,
    “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia berdarah kecil saja (rakyat jelata), bertempat tinggal di desa Lemah Abang] …. serat Candhakipun Riwayat jati; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1>
    Jadi Syekh Siti Jenar adalah manusia lumrah hanya memang ia walau berasal dari kalangan bangsawan setelah kembali ke Jawa menempuh hidup sebagai petani, yg saat itu, dipandang sebagai rakyat kecil oleh struktur budaya Jawa, disamping sebagai wali penyebar Islam di Tanah Jawa.
    Syekh Siti Jenar yg memiliki nama kecil San Ali dan kemudian dikenal sebagai Syekh ‘Abdul Jalil adalah putra seorang ulama asal Malaka, Syekh Datuk Shaleh bin Syekh’ Isa ‘Alawi bin Ahmadsyah Jamaludin Husain bin Syekh’ Abdullah Khannuddin bin Syekh Sayid ‘Abdul Malikal-Qazam . Maulana ‘Abdullah Khannuddin adalah putra Syekh’ Abdul Malik atau Asamat Khan. Nama terakhir ini adalah seorang Syekh kalangan ‘Alawi kesohor di Ahmadabad, India, yg berasal dari Handramaut. Qazam adalah sebuah distrik terdekat dgn kota Tarim di Hadramaut.
    Syekh ‘Abdul Malik adalah putra Syekh’ Alawi, salah satu keluarga utama keturunan ulama terkenal Syekh ‘Isa al-Muhajir al-Bashari al-’ Alawi, yg semua keturunannya bertebaran ke berbagai pelosok dunia, menyiarkan agama Islam. Syekh ‘Abdul Malik adalah penyebar agama Islam yg bersama keluarganya pindah dari Tarim ke India. Jika diurut keatas, silsilah Syekh Siti Jenar berpuncak pada Sayidina Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah. Dari silsilah yg ada, diketahui pula bahwa ada dua kakek buyutnya yg menjadi mursyid thariqah Syathariyah di Gujarat yg sangat dihormati, yakni Syekh Abdullah Khannuddin dan Syekh Ahmadsyah Jalaluddin. Ahmadsyah Jalaluddin setelah dewasa pindah ke Kamboja dan menjadi penyebar agama Islam di sana.
    Adapun Syekh Maulana ‘sa atau Syekh Datuk’ Isa putra Syekh Ahmadsyah kemudian bermukim di Malaka. Syekh Maulana ‘Isa memiliki dua orang putra, yaitu Syekh Datuk Ahamad dan Syekh Datuk Shaleh.Ayah Syekh Siti Jenar adalah Syekh Datuk Shaleh adalah ulama sunni asal Malaka yg kemudian menetap di Cirebon karena ancaman politik di Kesultanan Malaka yg sedang dilanda kemelut kekuasaan pada akhir tahun 1424 M, masa transisi kekuasaan Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sumber-sumber Malaka dan Palembang menyebut nama Syekh Siti Jenar dgn sebutan Syekh Jabaranta dan Syekh ‘Abdul Jalil.
    Pada akhir tahun 1425, Syekh Datuk Shaleh beserta istrinya sampai di Cirebon dan saat itu, Syekh Siti Jenar masih berada dalam kandungan ibunya 3 bulan. Di Tanah Caruban ini, sambil berdagang Syekh Datuk Shaleh memperkuat penyebaran Islam yg sudah beberapa lama tersiar di seantero bumi Caruban, besama-sama dgn ulama kenamaan Syekh Datuk Kahfi, putra Syehk Datuk Ahmad. Namun, baru dua bulan di Caruban, pada tahun awal tahun 1426, Syekh Datuk Shaleh wafat.
    Sejak itulah San Ali atau Syekh Siti Jenar kecil diasuh oleh Ki Danusela serta penasihatnya, Ki Samadullah atau Pangeran Walangsungsang yg sedang nyantri di Cirebon, dibawah asuhan Syekh datuk Kahfi.Jadi walaupun San Ali adalah keturunan ulama Malaka, dan lebih jauh lagi keturunan Arab, namun sejak kecil lingkungan hidupnya adalah kultur Cirebon yg saat itu menjadi sebuah kota multikultur, heterogen dan sebagai basis antarlintas perdagangan dunia waktu itu.
    Saat itu Cirebon dgn Padepokan Giri Amparan Jatinya yg diasuh oleh seorang ulama asal Makkah dan Malaka, Syekh Datuk Kahfi, telah mampu menjadi salah satu pusat pengajaran Islam, dalam bidang fiqih dan ilmu ‘alat, serta tasawuf. Sampai usia 20 tahun, San Ali mempelajari berbagai bidang agama Islam dgn sepenuh hati, disertai dgn pendidikan otodidak bidang spiritual.
    Padepokan Giri Amparan Jati
    Setelah diasuh oleh Ki Danusela samapai usia 5 tahun, pada sekitar tahun 1431 M, Syekh Siti Jenar kecil (San Ali) diserahkan kepada Syekh Datuk Kahfi, pengasuh Pedepokan Giri Amparan Jati, agar dididik agama Islam yg berbasis di Cirebon oleh Pemerintah Sunda di sebut sebagai musu (h) alit [musuh halus]
    Di Padepokan Giri Amparan Jati ini, San Ali menyelesaikan berbagai pelajaran keagamaan, terutama nahwu, sharaf, balaghah, ilmu tafsir, Musthalah hadist, ushul fiqih dan manthiq. Ia menjadi santri generasi kedua. Sedang yg akan menjadi santri generasi ketiga adalah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Syarif Hidayatullah baru datang ke Cirebon, bersamaan dgn pulangnya Syekh Siti Jenar dari perantauannya di Timur Tengah sekitar tahun 1463, dalam status sebagai siswa Padepokan Giri Amparan Jati, dgn usia sekitar 17-an tahun.
    Pada tahun 1446 M, setelah 15 tahun penuh menimba ilmu di Padepokan Amparan Jati, ia bertekad untuk keluar pondok dan mulai berniat untuk mendalami kerohanian (sufi). Sebagai titik pijaknya, ia bertekad untuk mencari “sangkan-paran” dirinya. Tujuan pertamanya adalah Pajajaran yg dipenuhi oleh para pertapa dan ahli hikmah Hindu-Budha. Di Pajajaran, Syekh Siti Jenar mempelajari kitab Catur Viphala warisan Prabu Kertawijaya Majapahit. Inti dari kitab Catur Viphala ini mencakup empat pokok laku utama.
    Pertama, nihsprha, adalah suatu kondisi di mana tidak adal lagi sesuatu yg ingin dicapai manusia. Kedua, nirhana, yaitu seseorang tidak lagi merasakan memiliki badan dan karenanya tidak ada lagi tujuan. Ketiga, niskala adalah proses rohani tinggi, “bersatu” dan melebur (fana ‘) dgn Dia Yang Hampa, Dia Yang Tak Terbayangkan, Tak Terpikirkan, Tak terbandingkan. Sehingga dalam kondisi (hal) ini, “aku” menyatu dgn “Aku”. Dan keempat, sebagai akibat dari niskala adalah nirasraya, suatu kondisi jiwa yg meninggalkan niskala dan melebur ke Parama-Laukika (fana ‘fi al-fana’), yakni dimensi tertinggi yg bebas dari segala bentuk keadaan, tak memiliki fitur-fitur dan mengatasi ” aku “.
    Dari Pajajaran San Ali melanjutkan pengembaraannya menuju Palembang, menemukan Aria Damar, seorang adipati, sekaligus praktisi sufi-kebatinan, santri Maulana Ibrahim Samarkandi. Pada masa tuanya, Aria Damar bermukim di tepi sungai Ogan, Kampung Pedamaran.
    Diperkirakan Syekh Siti Jenar berguru kepada Aria Damar antara tahun 1448-1450 M. bersama Aria Abdillah ini, San Ali mempelajari pengetahuan tentang hakikat ketunggalan alam semesta yg dijabarkan dari konsep “nurun ‘ala nur” (cahaya Maha Cahaya), atau yg kemudian dikenal sebagai kosmologi emanasi. Dari Palembang, San Ali melanjutkan perjalanan ke Malaka dan banyak bergaul dgn para bangsawan suku Tamil maupun Malayu. Dari hubungan baiknya itu, membawa San Ali untuk memasuki dunia bisnis dgn menjadi saudagar emas dan barang kelontong. Pergaulan di dunia bisnis tsb dimanfaatkan oleh San Ali untuk mempelajari berbagai karakter nafsu manusia, sekaligus untuk menguji laku zuhudnya ditengah gelimang harta. Selain menjadi saudagar, Syekh Siti jenar juga menyiarkan agama Islam yg oleh masyarakat setempat diberi gelar Syekh jabaranta. Di Malaka ini pula, ia bertemu dgn Datuk Musa, putra Syekh Datuk Ahmad. Dari uwaknya ini, Syekh Datuk Ahmad, San Ali dianugerahi nama keluarga dan nama ke-ulama-an Syekh Datuk ‘Abdul Jalil.
    Dari perenungannya mengenai dunia nafsu manusia, hal ini membawa Syekh Siti Jenar menuai keberhasilan menaklukkan tujuh hijab, yg menjadi penghalang utama pendakian rohani seorang salik (pencari kebenaran). Tujuh hijab itu adalah lembah kasal (kemalasan naluri dan rohani manusia); jurang futur (nafsu menelan makhluk / orang lain); gurun malal (sikap mudah berputus asa dalam menempuh jalan rohani); gurun riya ‘(bangga rohani); rimba sum’ah (pamer rohani); samudera ‘ujub (kesombongan intelektual dan kesombongan ragawi); dan benteng hajbun (penghalang akal dan nurani).
    Pencerahan Rohani di Baghdad
    Setelah mengetahui bahwa dirinya merupakan salah satu dari keluarga besar ahlul bait (keturunan Rasulullah), Syekh Siti Jenar semakin memiliki keinginan kuat segera pergi ke Timur Tengah terutama pusat kota suci Makkah. Dalam perjalanan ini, dari pembicaraan mengenai hakikat sufi bersama ulama Malaka asal Baghdad Ahmad al-Mubasyarah al-Tawalud di sepanjang perjalanan. Syekh Siti Jenar mampu menyimpan satu perbendaharaan baru, bagi perjalanan rohaninya yaitu “ke-Esaan af’al Allah”, yakni kesadaran bahwa setiap gerak dan segala peristiwa yg tergelar di alam semesta ini, baik yg terlihat maupun yg tidak terlihat pada hakikatnya adalah af ‘ al Allah. Ini menambah semangatnya untuk mengetahui dan merasakan langsung bagaimana af’al Allahitu optimal bekerja dalam dirinya.
    Inilah pangkal pandangan yg dikemudian hari memunculkan tuduhan dari Dewan Wali, bahwa Syekh Siti Jenar menganut paham Jabariyah.Padahal bukan itu pemahaman yg dialami dan dirasakan Syekh Siti Jenar. Bukan pada dimensi perbuatan alam atau manusianya sebagai tolak titik pandang akan tetapi justru perbuatan Allah melalui iradah dan quradah-NYA yg bekerja melalui diri manusia, sebagai khalifah-NYA di alam lahir. Ia juga sampai pada suatu kesadaran bahwa semua yg nampak ada dan memiliki nama, pada hakikatnya hanya memiliki satu sumber nama, yakni Dia Yang Wujud dari segala yg maujud.
    Sesampainya di Baghdad, ia menumpang di rumah keluarga besar Ahmad al-Tawalud. Disinilah cakrawala pengetahuan sufinya diasah tajam. Sebab di keluarga al-Tawalud tersedia banyak kitab-kitab ma’rifat dari para sufi kenamaan. Semua kitab itu adalah peninggalan kakek al-Tawalud, Syekh ‘Abdul Mubdi’ al-Baghdadi. Di Irak ini pula, Syekh Siti Jenar bersentuhan dgn paham Syi’ah Ja’fariyyah, yg di kenal sebagai madzhab ahl al-bayt.
    Syekh Siti Jenar membaca dan mempelajari dgn Baik tradisi sufi dari al-Thawasinnya al-Hallaj (858-922), al-Bushtamii (w.874), Kitab al-Shidq-nya al-Kharaj (w.899), Kitab al- Ta’aruf al-Kalabadzi (w.995), Risalah-nya al-Qusyairi (w.1074), Futuhat al-Makkiyah dan Fushush al-Hikam-nya Ibnu ‘Arabi (1165-1240), Ihya’ Ulum al-Dindan kitab-kitab tasawuf al-Ghazali (w.1111), dan al-Jili (w.1428). secara kebetulan periode al-jili meninggal, Syekh Siti Jenar sudah berusia dua tahun. Sampai saat itu pemikiran-permikiran al-Jili, merupakan hal yg masih sangat baru bagi komunitas Islam Indonesia.
    Dan sebenarnya Syekh Siti Jenar-lah yg pertama kali mengusung gagasan al-Hallaj dan terutama al-Jili ke Jawa. Sementara itu para wali anggota Dewan Wali menyebarluaskan ajaran Islam syar’i Madzhabi yg ketat. Sebagian memang mengajarkan tasawuf, namun tasawuf tarekati, yg kebanyakkan beralur pada paham Imam Ghazali. Sayangnya, Syekh Siti Jenar tidak banyak menuliskan ajaran-ajarannya karena kesibukannya menyebarkan gagasan melalui lisan ke berbagai pelosok Tanah Jawa. Dalam catatan sastra suluk Jawa hanya ada 3 kitab karya Syekh Siti Jenar; Talmisan, Musakhaf (al-Mukasysyaf) dan Balal Mubarak. Masyarakat yg dibangunnya nanti dikenal sebagai komunitas Lemah Abang.
    Dari sekian banyak kitab sufi yg dibaca dan dipahaminya, yg paling efisien pada Syekh Siti Jenar adalah kitab Haqiqat al-Haqa’iq, al-Manazil al-Alahiyah dan al-Insan al-Kamil fi Ma’rifat al-Awakhiri wa al-Awamil (Manusia Sempurna dalam Pengetahuan tenatang sesuatu yg pertama dan terakhir). Ketiga kitab tersebut, semuanya adalah puncak dari ulama sufi Syekh ‘Abdul Karim al-Jili.
    Terutama kitab al-Insan al-Kamil, Syekh Siti Jenar kelak sekembalinya ke Jawa menyebarkan ajaran dan pandangan mengenai ilmu sangkan-paran sebagai titik pangkal paham kemanuggalannya. Konsep-konsep pamor, jumbuh dan manunggal dalam teologi-sufi Syekh Siti Jenar dipengaruhi oleh paham-paham puncak mistik al-Hallaj dan al-Jili, disamping itu karena proses pencarian spiritualnya yg memiliki ujung pemahaman yg mirip dgn secara praktis / ‘amali-al -Hallaj; dan secara filosofis mirip dgn al-Jili dan Ibnu ‘Arabi.
    Syekh Siti Jenar menilai bahwa ungkapan-ungkapan yg digunakan al-Jili sangat sederhana, lugas, gampang dipahami namun tetap mendalam. Yg terpenting, memiliki banyak kemiripan dgn pengalaman rohani yg sudah dilewatkannya, serta yg akan ditempuhnya. Pada akhirnya nanti, sekembalinya ke Tanah Jawa, pengaruh ketiga kitab itu akan nampak nyata, dalam berbagai ungkapan mistik, ajaran serta khotbah-khotbahnya, yg banyak memunculkan guncangan-guncangan keagamaan dan politik di Jawa.
    Syekh Siti Jenar banyak meluangkan waktu mengikuti dan mendengarkan konser-konser musik sufi yg digelar diberbagai sama ‘khana. Sama ‘khana adalah rumah-rumah tempat para sufi mendengarkan musik spiritual dan membiarkan dirinya hanyut dalam ekstase (wajd). Sama ‘khana mulai bertumbuhan di Baghdad sejak abad ke-9 (Schimmel; 1986, hlm. 185). Pada masa itu grup musik sufi yg terkenal adalah al-Qawwal dgn penyanyi sufinya ‘Abdul Warid al-wajd.
    Berbagai pengalaman spiritual dilaluinya di Baghdad sampai pada tingkatan Fawa’id (memancarnya potensi pemahaman roh karena hijab yg menyelubunginya telah tersingkap. Dgn ini seseorang akan menjadi berbeda dgn umumnya manusia); dan lawami ‘(mengejawantahnya cahaya rohani akibat tersingkapnya Fawa’id), tajaliyat melalui Roh al-haqq dan Zawaid (terlimpahnya cahaya Ilahi ke dalam kalbu yg membuat seluruh rohaninya tercerahkan). Ia mengalami berbagai kasyf dan berbagai penyingkapan hijab dari nafsu-nafsunya. Disinilah Syekh Siti Jenar mendapatkan kenyataan memadukan pengalaman sufi dari kitab-kitab al-Hallaj, Ibnu ‘Arabi dan al-Jili.
    Bahkan setiap kali ia melantunkan dzikir dikedalaman lubuk hatinya dgn sendirinya ia merasakan denting dzikir dan menangkap suara dzikir yg berbunyi aneh, Subhani, alhamdu li, la ilaha illa ana wa ana al-akbar, fa’budni (Mahasuci aku, segala puji untukku, tidak tuhan selain aku, maha besar aku, sembahlah aku). Walaupun telinganya mendengarkan orang di sekitarnya membaca dzikir Subhana Allah, al-hamduli Allahi, la ilaha illa Allah, Allahu Akbar, fa’buduhu, namun suara yg di dengar lubuk hatinya adalah dzikir nafsi, sebagai cerminan hasil man ‘arafa bafsahu faqad’ arafa Rabbahu tersebut. Sampai di sini, Syekh Siti Jenar semakin memahami makna hadist Rasulullah “al-Insan sirri wa ana sirruhu” (Manusia adalah Rahasia-Ku dan Aku adalah rahasianya).
    Sebenarnya inti ajaran Syekh Siti Jenar sama dgn ajaran sufi ‘Abdul Qadir al-Jilani (w.1165), Ibnu’ Arabi (560/1165-638-1240), Ma’ruf al-Karkhi, dan al-Jili. Hanya saja ketiga tokoh tsb mengalami nasib yg baik dalam artian, ajarannya tidak dipolitisasi, sehingga dalam kehidupannya di dunia tidak pernah mengalami intimidasi dan kekerasan sebagai korban politik dan menemui akhir hayat secara biasa.

  106. aku adalah sbgian dri skian bnyak pngamal ajaran syekh siti jennar
    trimkasih atas info2 nya

  107. mohon maaf pda sedulur2 kabeh..bukankah syekh siti jennar sndiri prnh mngusulkan pndapatnya saat proses eksekusi.dalam ilmu allah tidak ada yg perlu di perdebatkan..bknkah sdh tersurat.kerjakanlah perintah alloh semampu kamu.tinggalkanlah larangan alloh mutlak.bisa ga bisa hrus kita tinggalkan larangan alloh.ya salah satunya ialah pertikaian yg d akibatkan krn kesalah pahaman.intinya semua itu tergantung dri pahaman kalian..terimakasih

  108. Kebenaran itu pasti punya jalan nya sendiri,,,

  109. SALAM UTK SEMUA SAUDARA SEBANGSA & SETANAH AIR INDONESIA.

    NIH ADA VERSI LAIN TENTANG EYANG SITI JENAR. SILAKAN DI CEK KEPADA PARA KYAI SEPUH ATAU MURID PARA WALI SAAT INI.

    EYANG SITI JENAR & EYANG KALIJOGO SEBENARNYA ADALAH SATU ORANG YG SAMA. EYANG KALIJOGO TERKENAL PANDAI MENYAMAR, BERDAKWAH DIMANAPUN BELIAUH BERADA DPT DG MUDAH DITERIMA OLEH SEMUA GOLONGAN, BELIAU MENGEDEPANKAN TANGAN KANAN DIDEPAN TANGAN KIRI DIBELAKANG, BANYAK YG TDK SADAR & TDK MENGENALI BELIAU SERTA TDK TAHU KLO SDH DIBANTU ATAU DITOLONG OLEH EYANG KALIJOGO. SEHINGGA ORG2 TSB MENGENALNYA DG NAMA LAIN.

    MERAH DARAHKU PUTIH TULANGKU.

    CAH ANGON.

  110. ada yang punya ebook syeh siti jenar gk?
    makna kematian?

  111. Penulisan seharusnya obyektif berdasarkan fakta. Cerita fiktif/mitologi sangat rancu dan menyesatkan banyak org. Siapa Syeh Siti Jenar/ Lemahbang/Lemah Abang masih kabur sampai sekarang? Maklum para Wali 9 & Siti Jenar adalah organisasi pergerakan islamisasi masy jawa yg memeluk agama Budha-Syiwa, Hindhu & Budha. jadi penolakan tentang islam sampai runtuhnya kerajaan Hindhu-Budha masih terasa sampai skrg, perlu penelitian untuk membersihkan sejarah yg sesat ! Cerita fiktif sdh ditinggalkan jauh” sejak akhir abad 18, atau awal abad 19.

  112. Ini baru Ɣªήğ sebener’y..
    321494c6 di invit

  113. smua orang antara umat islam bsa saling mmbunuh,bahkan kk n adik pun bsa saling mmbunuh karna manusia tak luput dri dosa n dalah contoh a anak nabi adam as.jdi smua a jangan riweuh deh.pko a hnya allah swt yg tau. by anak angon

  114. cari saja di gugel wedaran wirid
    tapi harus punya dasar yang matang dulu, biar tidak bingung

  115. pokoknya syiah adalah SESAT

  116. tidak mungkin ada dewan wali 9 karena jamannya berbeda-beda…. kronologi waktu tdk pas……cerita babad tanah jawa dibuat oleh S Agung untuk melegitimasi kekuasaannya ( biasa… siapa yg menang dan berkuasa akan dapat menulis sejarah sesuai kehendaknya ), cacing di lumpur / tanah merah adalah sanepan/kiasan untuk hati yg mengalami pertentangan batin…. karena adanya sesuatu yg dirasa kurang pas di hati/pikiran/jiwa sunan kalijaga (saat itu masih R said/ blum jadi sunan/wali)…….

  117. Saya sangat menyukai cerita tentang hakikat jadi saya selalu menelusuri tentang syeh sitijenar dan urain agama yang di jalaninya. Di samping saya juga sudah lama mempelajari agama tentang hakikat sampai ke malaysia saya berguru. Yang saya pelajari dari kampung dengan ulama sampai di malaysia sama. Kemudian saya ambil perbandingan dengan syeh sitijenar juga sama. Di sini saya ambil kesimpulan bahwa fitnah ini apakah ulah penulis yang kurang paham dengan ilmu hakikat atau memang unsur politik zaman itu dengan sengaja menbuat agama jadi samar. Sebab banyak yang tak mungkin dilakukan oleh seorang syeh sitijenar seperti yang di tuduh kan sama beliau. Hanya fitnah belaka. Olloh swt lebih mengetahui segalanya

  118. Jika orang yang hatinya dekat kepada Allah pasti bathinnya tahu mana yg benar-salah. Jadi kisah ini bisa dirasakan sendiri kebenaranya sesuai dgn hati orang yg menanggapi. Sebenarnya sudahlah jelas pemilik semua ini adalah Dia,dan yang ada pun hakikatnya Dia juga,kita ini hanyalah maujud dariNya jua,dan semuanyapun yang ada begitu. Sesuai dengan ayat yang berbunyi ” La maujudan Bil Haqii bi Robbi “. ( Tiada wujudnya sesuatu melainkan wujudKu ). Jadi kita tahu kisah itu benar salahnya karena kita harus tahu dulu jati kita sendiri,baru bs mengetahui jati lainya. Mhn maaf kika ada kata-kata saya yg salah. Mksh

  119. Assalamualaikum wr wb
    Sbg seorang yg beragama,tdk berani memberikan komentar utk suatu aqidah yg diyakini seseorang,apalagi diri sendiri belum pupus mendalami ilmu aqidah.jadi aku sementara ini hanya sbg pembaca untuk mengumpulkan pengetahuan sbg bahan perbandingan agar bisa memantapkan keyakinan yg kita yakini. Wassalam

  120. Saya kebetulan penasaran ingin tau sejarah kematian syeh siti jenar, kebetulan aku tida di website ini.
    Kalau menurut logika aku, Rasanya TIDAK MUNGKIN Wali Songo Membunuh Syeh Siti Jenar. Mereka semua adalah orang-orang yang sangat SUPER ALIM.
    Jadi informasi ini aku coba rekam.
    Kita Harus Berusaha mengenal Sejarah.
    Hanya orang-orang munafik yang ingin kita untuk melupakan sejarah yg begitu sempurna untuk kita pelajari.
    Admin, permisi CoPAS… ingin aku sebarin juga…. trims.

  121. punten, jujur kalau saya sih tdk begitu perduli sejarah kanjeng syech siti jenar beliau itu dari apa atau dari kalangan apa, yg pasti bagi saya ajaran beliau itu sejuk nan indah. terimakasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: