Arogansi dan Idealisme Lembaga Kepolisian


        Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Polri dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Saat ini Kapolri dijabat oleh Jenderal Sutanto, yang mulai bertugas tanggal 8 Juli 2005.

Sejarah

Tumbuh dan berkembangnya Polri tidak lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia sejak Proklamasi. Kemerdekaan Indonesia, Polri telah dihadapkan pada tugas-tugas yang unik dan kompleks. Selain menata keamanan dan ketertiban masyarakat di masa perang, Polri juga terlibat langsung dalam pertempuran melawan penjajah dan berbagai operasi ketenteraan bersama-sama persatuan angkatan bersenjata yang lain. Keadaan seperti ini dilakukan oleh Polri karena Polri lahir sebagai satu-satunya persatuan bersenjata yang relatif lebih lengkap.

Hanya empat hari setelah kemerdekaan, tanggal 21 Agustus 1945, secara tegas pasukan polisi ini segera mengisytiharkan diri sebagai Pasukan Polisi Republik Indonesia yang sewaktu itu dipimpin oleh Inspektur Kelas I Polisi Mochammad Jassin di Surabaya, langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat maupun persatuan bersenjata lain yang patah semangat akibat kekalahan perang yang panjang.

Tanggal 29 September 1945 tentara Sekutu yang di dalamnya juga terdapat ribuan tentara Belanda menyerbu Indonesia dengan alasan ingin menghalau tentara Jepang dari negara tersebut. Pada kenyataannya pasukan Sekutu tersebut justru ingin membantu Belanda menjajah kembali Indonesia. Oleh karena itu perang antara sekutu dengan pasukan Indonesiapun terjadi di mana-mana. Klimaksnya terjadi pada tanggal 10 November 1945, yang dikenal sebagai “Pertempuran Surabaya”. Tanggal itu kemudiannya dijadikan sebagai Hari Pahlawan secara Nasional yang setiap tahun diperingati oleh rakyat Indonesia.

Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya menjadi sangat penting dalam sejarah Indonesia, bukan hanya karena ribuan rakyat Indonesia gugur, tetapi lebih dari itu karena semangat perwiranya mampu menggetarkan dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenal kewujudan bangsa dan negara Indonesia di mata dunia. Kini tugas Polri yang utama ialah mengekalkan keamanan dan ketertiban di dalam negeri, Polri juga semakin sibuk dengan berbagai operasi ketenteraan dan penumpasan pemberontakan termasuklah penumpasan GPK (Gerakan Pengacau Keamanan).

Lembaran sejarah telah mencatat decak kagum atas perjalan masa lalu yang begitu dihargai dan disegani baik dalam maupun luar negeri pada salah satu lembaga pengayom dan pelidung masyarakat ini. namun seiring berjalananya waktu lembaga ini berkembang kearah yang lebih baik secara  positif maupun negatif dari segi positif lembaga ini telah menjadi lembaga yang hadal baik secara teknologi maupun sumberdaya manusianya hingga mampu mengatasi berbagai tidak kriminal dan terorisme misalnya saja seorang terorisme sekaliber asia tengara Nurdin M top mampu dipatahkan tindak kejahatanya dengan mudah oleh polri meski dengan kerja keras team, dari segi negatif lembaga ini lebih banyak berdiri dibarisan depan orang-orang berduit menjadi pelindung mereka dengan uang mereka Idealisme seorang polisi bisa dibeli………hmmm !!!

Beberapa hari  yang lalu salah seorang tokoh pendidikan didaerah saya berdasarkan informasi yang saya dapat tapi cuma dari satu sisi saja yaitu sang tokoh………..dalam kejaidan tersebut beliau dikatakan melangar dan mau menilang surat kendaraan sambil marah dan egoisme, bukan bertanya dengan baik-baik dengan tugas yang ia beban tapi marah ihh atut 😀

Kebetulan saya juga tidak begitu menyukai lembaga ini mungkin karena dendam pribadi kali ya hiks…….hiks……. namun bukan saya saja yang tidak menyukai lembaga tersebut yang disebabkan moral SDM nya yang kurang terdidik atau memang sudah tertanam jiwa tersebut semenjak dididik pada awal mereka menjadi anggota kepolisian, bagi masyarakat umum sering terdengar ucapan bahwa aparatur pemerintah satu ini tak lebih sebagai pengemis jalanan dan rakyat dalam masalah birokrasi dikepolisian.

Dari apa yang saya ceritakan tadi bukan berarti lembaga ini tak bisa menjadi lembaga yang seha, bersih baik dalam birokrasinya maupun dari pembangunan moral SDM nya, perlu waktu yang panjang untuk membenahi semua itu namun bukan berarti tidak bisa membuanga jauh-jauh arogansi yang ada dan membangun sebuah idealisme yang benar meski sulit membangun idealisme yang sudah tercabik-cabik sekian lama. kesalahan masalalu adalah pelajaran dimasa datang. membangun negeri ini dari berbagai hal adalah penting terlebih lagi lembaga-lembaga publik yang senantiasa dibutuhkan masyarakat bukan malah menjadi penjilat dan menginjak-injak harga diri mereka kaerna mereka orang kecil.

Kami banga mempunyai lembaga yang memberikan pelayanan baik kepada kami dan harapan kedepan bisa lebih baik dengan idealisme seorang pelayan publik arip tanpa adanya arogansi “karena kami takut pak, bapak-bapak ada pistol dan senapan sedang kami tida”

Tak ada maksud untuk memojokan sebuah istitusi atau lembaga namun dari berbagai lini dinegeri ini sedang bermasalah. yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah bagimana membangun sebuah idealisme yang baik tanpa ada arogansi

“Kami cuma berharap negeri ini bisalebih baik lagi dari berbagai aspek terutama pelayanan publik karena merasakan secara langsung apa yang ada dimasyarakat.”

KEEP OUR MR WE ARE JUST A PEOPLE SMALL

bener ngk englishnya yak 😀

btw bus wa…..I m tried to type it hisk…..hiks…….

By:salendra.kms

Reffrensi :

http://polri.go.id

http://id.wikipedia.org/wiki

Iklan

One response to “Arogansi dan Idealisme Lembaga Kepolisian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s