Bagai rembulan kesiangan

Ku pandang hati dalam sepi dan keterlenaan akan noda-noda dalam kado

Apa engkau menangis duhai hati

Apa engkau tertawa

Apak engkau terlalu susah melukiskan akan rasa yang d rasa

Dalam sepi hati menoreh sebuah sunyi

Kehampaan akan isi yang menyehatkan

Kerinduan hadirnya bunga-bunga yang indah dan menawan

Harum semerbak sepanjang masa

Aku malu….

Hati mengungkap dengan terbata-bata

Malu akan putih yang tak lagi putih

Aku hanyalah nila perusak kemurnian putih

Aku terus berjalan

Sekalipun masaku tidaklah lama

Sinar itu serasa bagaikan fatamorgana

Tapi itulah secercah harapku

Karena mau tidak mau aku masih harus d sini

Sampai habis masa kontrak

Yang Al-Kholik berikan kepadaku

Dalam pencarianku

Ku tertunduk membisu

Terdiam tanpa kata

Memandang tanpa arah

 

 

Terisnpirasi Tetesan Embun