Kebebasan berexpresi didunia maya memang memberikan dampak positif dimana orang dengan mudahnya menuangkan pemikiran apa saja yang dalam tengkorak kepala mereka kedalam tulisan dan langsung dinikmati para pembaca lain melalu media blog yang bertebaran di jagat maya saat ini hingga bermunculan ide-ide kreatif yang dituangkan dimedia internet dengan mudah dan berbagai macam tulisan, baik berupa cerita-cerita, celoteh dan artitel-artikel pengalaman pribadi dan lingukungan sosial lainya berdasarkan latarbelakang masing-masing, namun dibalik kebebasan itu dimana orang menulis kurang begitu menekankan pada penulisan yang baik dan mereka lebih tertarik menulis menurut alur pemikiran yang ada tanpa terikat dalam bahasa dan segala attribut kebahasaan lainya yang seolah-olah bahasa baku itu begitu sulit! Termasuk saya sendiri tidak begitu mengerti apa sebenernya kriteria kepenulisan dengan mengunakan bahasa yang baik dan benar hingga mampu menghasilakan tulisan yang menarik untuk dinikmati pembaca lain tanpa menghilangkan kaida-kaida bahasa indonesia dalam tulisan kita??

Mungkin salah satu bukti bahwa kurangnya minat orang untuk ikut lomba blog ini terlepas apa yang ada didalam benak mereka dalam lomba kepenulisan ini? Bahkan saya sendiri sempat ragu untuk ikut berpartisipasi dalam lomba blog kebahasaan balai pustaka bandung meski panitia menyediakan hadiah yang sangat menarik namun cukup sulit buat seorang penulis pemula seperti saya. Sebagai contoh lagi diperguruan tinggi keguruan sudah semakin sepi para peminat sastra dan bahasa indonesia dibandingkan bahasa dan sastra inggirs, ironi memang ini adalah salah satu tanda degradasai nilai-nilai kebangsaan dalam diri pemuda-pemuda indonesia.

Seperti yang tertuang dalam bahasa persatuan yang menjadi sumpa serapa kaula muda perjuang kita terdahulu yang menjadikan bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan dari berbagai bahasa yang ada, seharusnya menjadi kebanggan sebagai bagaian dari elemen bangsa yang besar.

Semoga Negeriku Lebih baik dan bahasaku tetap menjadi bahasa persatuan yang indah sampai akhir  zaman

Kesunyian Negeriku

Indonesiaku…………..

Kau adalah tumpuan hidupku

dilahir dan dibesarkan dalam pangkuan

ibu pertiwi  Nan indah ….

Kini kemolekan itu mulai sirna

Para anak-anak  ibu pertiwi telah lupa,

Kenidahan dimasa lalu yang membuat meraka tumbuh

Besar, Gagah perkasa, Berpangkat dan kaya raya

Namun meraka lali demi kepentingan dirinya

Negeri ibu pertiwi seolah tak bernilai

Banyak saudara-saudara yang lain

Menjerit dalam kesakitan, Kelaparan dan

Ketidak mampuan berbuat untuk dirinya sendiri

Negeri Ini bergitu sunyi bagi orang-orang yang terlajur

Lahir dalam kekurangan, Mereka sepih dalam keramayan,

Menderita dan sakit dalam kewahan para elit-elit dalam

Mementingkan hawa nafsunya, Menghamburkan dana

Dibalik penjeritan rakyat jelata dalam kemiskinan dan keterpurukan

Sadarlah Saudara-saudaraku, Negeri ini bukan milik kalian tapi milik

bersama dalam perjuangan bersama dan tanah satu Indoneisa