Kanca perpoilitikan tanah air diramaikan dengan wajah-wajah lama dalam perbutan kekuasan menajadi pemimpin nasional sedang disibuk-sibukkan dengan berbagi agenda kampanye yang belum ditetapkan oleh KPU namun para kandidat sudah mencuri waktu greliya kedaerah-daerah dengan membawa label masing-masing, pejabat negara mengunakan kunjungan kerja sebagai label perjalanan mereka, pengusaha berseminar ria, mengadakan rapat-rapat diberbagai daerah yang intinya sambil menyelam sambil minum juga.

Kursi presiden medatang kemungkinan tidak banyak berubah dari beberapa dekade lalu karena melihat dari kekuatan masing-masing tak ada yang istimewah, belum adanya kejelasan pembenahan dalam perintahan yang mesti diprioritaskan, misalkan ekonomi yang menjadi cerita akhir-akhir ini ada yang berbicara ekonomi Neolib dan ada juga ekonomi kerakyatan, walaupun pada hakekatnya kedua ekonomi ini adalah penting karena kita bukalah sebuah bangsa yang bebas dan mampu meninggalkan dunia internasional dan ekonomi kerakyatan memang sangat baik dan kita mengembangkan ekonomi skala kecil untuk membuat rakyat menjadi mandiri tidak selalu membebani pemerintah dengan subsidi-subsidi yang seharusnya bisa dialihkan ke sektor lain yang lebih penting dalam pembangunan, namun jangan lupa kita adalah bangsa yang hidup dan berkembang bersama bangsa-bangsa lain didunia meski kita berharap bangsa ini bisa terlepas dari hutang-hutang negara dengan manaikan devisa expor produk dalam negeri dari investor dan lokal.

Strategi politik tak begitu banyak berubah dengan ide-ide brilian namun yang sedikit tidak mengikuti narluriku sebagai anak muda karena dalam kanca ini tidak adanaya generasi brilian dari kaula muda yang dilibatkan demi pencapaian regenerasi yang lebih baik, bukan hanya melihat nenek dan kakek ini saja tapi mesti ada penyegaran bukan melihat yang sudah uzur semua “sedih heee” belum ada atau tidak ditiadakan karena kalah pamor dari generasi silam ini. Dimana dikau anak muda???

Kenapa mesti mudah karena harapan dan kecemerlangan itu senantiasa di upgrade bukan membuka sesutu yang sudah basi trus mengalami warming up saja kemudian dipakai lagi “basi man” kita butuh orang-orang brilian dalam jangka panjang bukan kepentingan sesat karena negeri ini butuh waktu dalam pembenahan negeri dari berbagai sektor, bila tetap bersama mereka-mereka yang ada saat ini maka tidak ada jaminan karena mereka Cuma jangka pendek, memang secara pengalaman mereka boleh dibilang lebih namun negeri ini tidak hanya cukup dari berbagai pengalaman tapi inovasi dalam pemebenahan tersebut dari cara-cara yang brilian “bukan konsep”.

Ada banyak konsep ekonomi dari para candidat pilpres, ekonomi kerakyatan yang seolah pro rakyat dan tidak butuh pihak global dengan berdalih kita mampu berbuat yang masih berstatus tanda kutip meraka , saya jadi ingat ada seorang pemimpin lokal yang bilang gini, “kalau rakyat kenyat, pemerintah aman” apa konsep seperti ini yang akan ditawarkan pemerintah saat ini atau tidak jauh berbeda dari terori-teori doang.

Be continue “insyak Allah” Klu sempet 😀