Hari ini saya cuma sedikit mau berkeluh kesah dalam ramadhan ini. Ramadhan memang bulan yang mulyah dan penuh tantangan, baik tantangan untuk menahan diri dari kebutuhan sehari-hari secara lahiriah dan menahan diri untuk berbuat yang bisa merusak pahala puasa kita salah satunya yaitu emosi dan berkelanjutan marah-marah.

Kemarin siang tak tau apa penyebab kaki ini terasa tidak nyaman untuk berjalan terasa sakit hingga jalanku kek Model yang lagi cat walk heeee…….bener gak ya tulisanya??

Meski agak pincang semalem sempat juga sholat isa’ dan tharawih berjam’ah dimasjid meski magribnya sholat dirumah karena gak bisa jalan cepet selesai bukanya jadi percuma gak jamaah juga.  Tapi ada yang bikin saya kesal pada rakaat terakhir tharawih tiba-tiba sebuah bunyi ledakan yang begitu kuat dari Petasan-petasan disekitar masjid yang membuat saya terusik karena kaget bahkan tidak hanya saya begitu juga jama’ah-jama’ah lainya karena bunyi petasan tersebut, memang rasanya pengen ngamuk tapi ya mau gimana lagi mereka hanyalah korban yang dijadikan market place para pencari keberuntungan yang meresahkan orang lain. Saya tidak ingin menapik semua ini, mungkin mereka adalah saudara-saudara kita yang terlanjur menikmati dunai mereka bahkan sudah bertahun-tahun silam lamanya yang sudah menjadi objek yang lumrah dimasyarakat kita, ironi memang karena sebuah budaya yang tak pantas diwarisi kegenerasi muda kita.

Siapa yang disalahkan atas semua ini???

Kita semua, orang tua, terutama para pemengang kuasa yang seolah diam mengatasi semua ini karena ini adalah masalah hubungan manusia dengan tuhan yang terusik, karena ketika orang hendak bermunajad pada Robbnya terhentak memecah kehusyukaan orang-orang baru belajar khusyuk. jadi sempat kepikir beberapa waktu lalu negara kita dihebohkan oleh seorang Modeling terrorisme Nurdin M top yang katanya tewas.

Eh gak taunya salah bos…….tuh bukan nurdinya tapi korbannya Hiks….

tapi dalam hati nyeletuk nih karena banyaknya letusan didekat rumahku terutama lagi ada anak kecil nih yang baru lahir kasihan kalau dikagetin terus dari letusan Petasan setan tersebut. Dalam hati ”   Ahh….aparat mah, mana bisa nangkep gembong teroris, ngurusin petasan aja gak becus”

Angap aja tuh celetukan sang nurdin heee……….”Mane lah pacek-pacek tuh pacak nangkapa awak”

Anak-anak, adik-adik dan saudara kita sudah diajari dan didikik sejak dini tanpa kita sadari.

Wahai pak densus yang super keren atau wadah lainlah yang berwenang tolong dong urus petasan-petasan yang ada dimasyarakat dan menjadi kosumsi anak-anak dan orang dewasa yang teramat meresahkan karena membuat kegaduhan dimasjid-masjid, tempat-tempat umum dan dareah pemukiman warga hingga mengusik tidur malam dan para anak-anak kami yang masih kecil. TOLONG PAK!