Liputan6.com, Semarang: Larangan memakai jilbab yang diterapkan Rumah Sakit Telogorejo, Kota Semarang, Jawa Tengah, memicu protes dari para mahaiswa muslimah yang tergabung dalam Serikat Muslimah Indonesia (Seruni). Selasa (9/3), berunjukr rasa di bundaran air mancur, Jalan Pahlawan, Semarang. Sambil membentangkan poster, mereka juga berorasi mendesak pemerintah untuk mendukung hak dan kebebasan penggunaan jilbab bagi perempuan muslim.

Para pengunjuk rasa juga menuntut tidak ada diskriminasi terhadap perempuan muslim yang mengenakan jilbab dalam rekrutmen kerja. Demonstrasi lalu dilanjutkan ke Gedung DPRD Jateng. Di sini, pengunjuk rasa kembali menyampaikan aspirasinya kepada anggota dewan.

Kasus larangan memakai jilbab yang diterapkan RS Telogorejo menimpa Fitri Cahyaningsih. Karyawan yang bekerja di bagian gizi itu mengaku dilarang mengenakan jilbab saat bekerja. Bahkan, sejak memakai jilbab 12 Januari lalu, karyawati yang sudah bekerja 12 tahun itu dipindahkan ke bagian dapur belakang. Tak hanya itu, perlakukan diskriminatif terus berlanjut. Sejak 25 Januari, Fitri tak lagi mendapat pekerjaan apapun alias non-job. Pihak rumah sakit mengakui melarang karyawannya memakai jilbab dengan alasan netral dan tidak condong ke kepercayaan tertentu