Oleh : Bachtiar Nasir

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13)

13.  Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Lukman [31];13).

Animisme moderen yang dihembuskan oleh ideologi materialisme dan kapitalisme telah membentuk budaya syirik sosial yang membawa bencana seperti penganut Qarunisme. Ketika semua urusan adalah UUD (Ujung-Ujungnya Duit) dan penampilan mewah.

Fenomena lain yang juga selalu hadir adalah budaya Fir’aunisme (kaum pemuja kekuasaan) seperti penganut agama Dinamisme dalam budaya syirik ritual, kedua jenis syirik sosial ini tampak menemukan vitalitasnya untuk bergerak massif di Bumi Indonesia yang subur tapi APBN saja tidak mampu biayai sendiri sehingga terlilit hutang lebih 1500 Trilyunan rupiah.

فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (79) وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ (80) فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ (81)

79.  Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya[1139]. berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang Telah diberikan kepada Karun; Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.

80.  Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar”.

81.  Maka kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). (Al-Qashash [28]:79-81)

[1139]  menurut mufassir: Karun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.

Problema Syririk merupakan problema klasik dan mendasar dalam jejak sejarah  kemanusiaan. Problema Syirik juga menjadi alasan  dan tujuan diturunkannya para Nabi.  Sejak zaman Nabi Nuh as, problema Syirik sudah mewabah hingga akhirnya Bencana Besar ditimpakan. Saat itu pare elit dan orang kaya berlaku maksiat kepada Allah Swt.

Seperti sebuah proses alam yang evolusif,  Syirik juga mengalami proses evolusi yang lebih maju dan sophisticated. Kalau dahulu orang menyembah Materi ( berhala, patung ), maka penyembahan kepada Materi pun telah mengalami evolusi juga. Manusia sekarang menyembah Materi tapi  tidak dalam bentuknya yang konkrit sebagai sesembahan tadi. Mereka melakukan Syirik Materi dengan mengakumulasi atau menumpuk-numpuk harta. Harta diyakini dapat melanggengkan hidup dan melindungi hidup mereka. Mereka tidak takut Allah Swt, dan bahkan mati. Mereka hanya takut Miskin. Keyakinan seperti menghalalkan cara apapun ditempuh. Korupsi kini menjadi Bencana Nasional adalah ekses Syirik Materi. Inilah Animisme baru yang tidak lain adalah Qorunisme. Prilaku Syirik seperti ini justru  lebih merusak karena berdampak Sosial yang lebih masif dan mematikan.

Syirik yang lain dan sedang menggejala adalah Syirik Kekuasaan juga merupakan bentuk lain daridari berbagai ancaman. Karena Syirik Kekuasaan itulah para penguasa kemudian menjakandi Kekuasaan sebagai sesembahan. Mereka takut kalau Kekuasaan yang ada di tangannya akan hilang atau direbut orang atau kelompok lain. Kesempatan berkuasa bukan untuk melakukan pelayanan dan perbaikan kepada kehidupan rakyat, tapi untuk merampas, mengumpulkan kekayaan dan berlaku zalim. Mereka tidak mau peduli kemiskinan dan kesengsaraan hidup yang dipimpin.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَأُولَئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ (10) كَدَأْبِ آَلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ (11) قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ (12)

10.  Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,

11.  (keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; Karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. dan Allah sangat keras siksa-Nya.

12.  Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka jahannam. dan Itulah tempat yang seburuk-buruknya”. (QS. Ali Imron [3]:10-12].

Kini Syirik telah mengejala menjadi fenomena sosial. Lapisan bangsa ini nyaris terjangkiti wabah Syirik. Inilah fenomena Syirik Sosial.

Kalau lapisan rakyat akar rumput terpedaya melakukan penyembahan kepada kekuatan-kekuatan Ghaib ( Supranatural ) untuk jadi kaya, maka pada lapisan elit politik dan pemimpin bangsa mereka terjangkit wabah penyembahan kepada Materi dan Kekuasaan.

Prilaku Syirik seperti dikatakan pada ayat di atas sebagai sebuah Kekuatan destruktif karena kezaliman. Kezaliman itu tidak hanya menghancurkan diri sendiri; menganiaya diri dengan membiarkan hati nuraninya menjadi gelap ( Zhulm: Dark ), tapi juga menimpakan penganiayaan Sosial, yakni orang-orang yang tidak berdosa terkena efeknya. Kemiskinan dan kesengsaraan Rakyat salah satu buktinya..

Kalau mau direnungi, sesungguhnya Bencana Nasional telah sejak lama menimpa bangsa kita sebelum Bencana Alam menyeruak. Bencana Alam menghantam bertubi-tubi tidak lain adalah ekspresi keyakinan diri bangsa ini. Tepatlah ungkapan “ the problem is inside you “, masalah itu ada dalam diri anda!.

Karena itu bila kita ingin menjadikan bangsa ini terbebas dari Bencana, maka solusinya adalah: Lakukan Gerakan Nasional Pemurnian Tauhid melawan Bencana  Syirik Sosial ini. Syirik penyebar kezaliman. Ingatlah pesan Rasulullah Saw bahwa:” Kezaliman itu adalah kegelapan yang berlapis-lapis di akhirat kelak”.

dari [‘Alqamah] dari [‘Abdullah] berkata; “Ketika turun firman Allah Ta’ala yang artinya: (“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman ….”) (QS al-An’am ayat 82), membuat kaum muslimin menjadi ragu lalu mereka berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, adakah orang di antara kami yang tidak menzhalimi dirinya?”. Maka beliau berkata: “Bukan itu maksudnya. Sesungguhnya yang dimaksud dengan kezhaliman pada ayat itu adalah syirik. Apakah kalian belum pernah mendengar apa yang diucapkan Luqman kepada anaknya saat dia memberi pelajaran: (“Wahai anakku, Janganlah kamu berbuat syirik (menyekutukan Allah), karena sesungguhnya syirik itu benar-benar kezhaliman yang besar”). (QS Luqman ayat 13). [Bukhari 3175]