Dalam Pasal 34 Undangundang Dasar 1945 disebutkan,“Fakir miskin dan anakanak yang terlantar dipelihara oleh negara”. Repormasi pada tahun 1998 telah banyak membuat perubahan di negeri ini salah satunya kebabasan berpendapat dan otonomi daerah yang memberi keleluasaan bagi daerah untuk membangun daerah masing-masing secara mandiri sehingga begitu banyak daerah-daerah yang ingin dimekarkan menjadi mandiri tapi menjadi polemik tersendiri bagi pusat karena banyak persoalan yang timbul dari otonomi tersebut, mulai dari PAD yang tidak memadai, inprastruktur, masalah pilkada, masalah perbatasan dan masih banyak lagi permasalahan-permasalahan lainya.

Dari hasil penelitian sebuah organisasi bahwa “ 70 Persen pendapatan asli daerah itu habis terkuras hanya untuk membayar gaji pegawai dan 30 persennya lagi untuk inprastruktur dan lain-lain” lalu dimanakah hak-hak rakyat miskin dan anak-anak terlantar yang katannya dipelihara oleh Negara? Ironi memang dinegeri yang katanya gemaripa atau perumpamaan seekor tikus yang mati dilumbung padi.

Siapa yang salah, begitu banyak paktor dan yang paling utama adalah kemiskinan hingga orang miskin tak boleh sekolah karena biaya pendidikan mahal anak-anak kita cukup sekolah paling tinggi jenjang SMA itupun mesti harus berjibaku sogok sana sogok sini, selip sana selip sini yang penting lolos dan bisa sekolah namun begitu selesai persoalan baru dimulai kemana mereka ? “kuliah = mahal, kerja = siapa yang mau menampung anak-anak lulusan SMA ribuan tanpa keahlian” maka timbulah penganguran baru yang tiap tahun semakin bertambah hingga menambah rentetan kemiskinan dinegeri ini padahal kemakmuran suatu negeri adalah dilihat dari rakyatnya bukan dari statistik-statisk ekonomi yang katanya baik, maju pesat dan lain sebagainya tapi kenyataannya rakyat dipelosok-pelosok negeri ini menderita, pemipin pusat tak tau Cuma sibuk memikirkan kelompok dan golongan mereka, saling hujat caci maki demi mempertahankan tahtanya hingga tak mampu memikirkan Negara apalagi rakyat miskin, pemimpin daerah sebelum terpilih beribu janji-janji busuk tapi tak ada bukti.

Memang benar adanya bahwa pemerintah telah memelihara pakir miskin dan anak terlantar atau dengan kata lain pemerintah membiarkan yang miskin tambah miskin dan menderita yang berakibat kebodohan maka kebatilan meraja lela dan pemerintah sendiri yang akan sengsara karena rakyat semakin lapar dan dahaga pembunuhan, penodongan dan pecurian terjadi dimana-mana bisa jadi karena lapar dan degradasi moral dan minimnya pendidikan.

Dari tulisan ini penulis mengajak kita bersama terutama pemerintah untuk membuka mata melihat kenyataan ditengah-tengah masyarakat kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang kekurangan dan membutuhkan uluran tangan kita bersama.

Terispirasi dari “Mahalnya pendidikan dan Kemiskinan”

Share FB