Ramadhan baru saja 6 hari sama hari ini insyak Allah jika dapat bertahan hinga berbuka nanti namun dalam diri masih merasa haus dan belum begitu banyak yang bisa dibuat bukan berarti bulan lain tak baik tapi lebih pada hari yang akan datang itu akankah seperti hari dan bulan ini.

Dari tiga hari yang lalu hingga hari ini diri ini merasa ada sebuah ketakutan, yaitu takut kehilangan Ramadan, takut moment ini hilang begitu saja tanpa berbekas dalam diri.

Yaa…ALLAH rasanya diri ini begitu dekat dengan kematian, dikala tidur rasanya takkan munkin bisa bertemu esok….ya robb

Ketakutan kehilangan momentum ini ialah takut tak mampu menjaga kesinambungan dari ramadhan itu sendiri untuk kehidupan sehari-hari yang akan datang , rasa sedih kalau itu terjadi “serasa sia-sia keindahan ramadhan tahun ini jika tak berbekas”.

Indahnya malam-malam yang di kumandangkan suara-suara merdu lantunan suara-suara langit nan indah”apakah itu akan senantiasa ada setelah ramadhan”

Pada bagian malam-malam terakhir ialah waktu yang indah  merajut tasbih, do’a dalam kesunyian malam merengkuh sujud sendari menanti subuh datang “Subhanallah”.

Sebelum azan subuh berkumandang rasanya ingin segera bergegas kemasjid, takut rasanya kalau Cuma bisa mengerjakan sholat wajib saja “seolah ada yang kurang kalau tidak lengkapi dengan sunnahnya”.

Subuh usai “mata rasanya lengket pengen tidur lagi” ngantuk berat. alhamdulillah bisa diatasi dengan wudhu’ karena ini bukan waktunya tidur dulu.

 

Ada cahaya ilmu sembari mentari cahaya-cahaya kegelapan malam berakhir, tapi cahaya ilmu tak boleh ditingalkan begitu saja kalah oleh rasa kantuk,  harapan bisa menambah ilmu untuk bekal di hari nanti dunia dan akhirat.

Terima kasih ustad atas ilmu-ilmu yang diberikan dengan ikhlas yang juga mengorbankan kepentingan pribadi demi umat.

Ini adalah rasa takut yang mungkin berlebihan atau tidak tapi ia tetaplah rasa”sebuah rasa sebagai mahluk lemah dan suka berkeluh kesah” itulah manusia

Hhmmm….ya Allah semoga bisa menjaga konsistensi dari aplikasi yang ku lakukan saat ini dan mampu mengatasi rasa takut itu

َعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ أَ

الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنَ

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari Murka-Nya, siksaan-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaithan dan dari kedatangan mereka kepadaku