Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan permainan, tawa, dan keceriaan. Kalau Anda memiliki kesempatan untuk memperhatikan mereka, hampir sepanjang hari mereka selalu ceria. Sepertinya mereka hidup tanpa beban atau masalah. Ketika ia ingin sesuatu, mereka tinggal minta pada orangtua.
Nah, ketika sampai pada permintaan yang berseberangan dengan orang lain kita akan menemui kesedihan, rasa kecewa, resah, dan kesal. Sebenarnya saat seperti inilah anak-anak membutuhkan kita, orang lain yang lebih tua. Karena kepada orang tualah mereka berharap dapat mencurahkan segala hal yang sedang dirasakannya.

Sayangnya, tidak semua orang tua tahu dan mau mendengarkan keluh kesah anak. Bahkan, bisa jadi sebaliknya. Justru ketika anak mengharapkan perhatian, yang kita berikan justru bentakan dan amarah. Atau kalau orang tua tidak bisa memenuhi keinginan tersebut, perhatian yang mereka harapkan justru mengunduh penipuan dan kebohongan.

Orang tua yang tidak mau mendengarkan keluh kesah anak ini biasanya punya anggapan bahwa anaknya telah dewasa. Orang tua menganggap bahwa hanya dengan kata-kata yang tersusun dalam `larangan’ atau perintah anak harus mematuhinya.

Misalnya, ketika anak tidak mau pergi ke sekolah karena mengeluh sering diolok-olok teman. Banyak orang tua yang tidak tanggap terhadap masalah, orang tua menganggap masalah seperti itu adalah masalah biasa atau lebih parahnya justru dianggap sebagai alasan tidak mau sekolah.

Orang tua bukannya membantu menyelesaikan masalah anak tetapi sebaliknya malah memarahi anak. Sebagai Orang tua bijak tentu akan mencari tahu terlebih dahulu cerita anak yang sesungguhnya. Mungkin saja apa yang dikatakan anak tersebut adalah benar.

Di sinilah tugas orang tua yang harus membantu anak menyelesaikan masalah itu, misalnya dengan memberitahukan hal ini kepada pihak sekolah. Dengan tindakan orangtua seperti itu, anak akan merasa aman dan berharga di mata orang tuanya.

Mendengarkan keluh kesah anak adalah hal yang sangat penting. Dengan mendengarkan apa yang diungkapkan oleh anak berarti orangtua memberikan waktu kepadanya. Akhirnya, anak juga akan terhindar mencari tempat untuk curhat dan mengadu pada orang lain yang mungkin malah bisa menjerumuskan dirinya.

read more : http://www.oktomagazine.com/oktofamily/parenting/2888/mendengar..mengajari.anak.menghargai.diri