Mau tau ceritanya yuk ikuti kisah ku berikut ini!!……………rabu ba’dah subuh aktifitas biasa yang ku lakukan keliling-keling halaman kasih makan ikan trus di lanjutkan jogging pagi, tapi jogi pagi ini sepi, selain jogingnya sendirian karena sang permaisuri bobok lagi trus sang pangeran juga tidurnya siang bangun hari ini karena hari libur jadi dia di biarkan saja menikmati tidur yang nyaman di rumahku surge ku.


Jogging seraya menikmati alam sekitar yang asri meski mentari mulai menyingsing ia menandakan hari ini panas karena sudah sejak pagi mulai menampakan dirinya, meskipun hari ini tampak cerah tapi ada yang berbeda di pagi ini seolah-olah senyap, sesekali ada kendaraan yang lewat tapi tak sebanding dengan hari biasanya “ah mungkin perasaanku saja”, pikirku. Setelah tiba dirumah relaksasi sedikit lanjutkan kasih makan ayam heee…si tung-tung ayam-ayam ku dah ngantri di pintu rumah mintak jatah makan pagi sebelum pergi mencari nafkah sendiri.

Nonton tv dulu ah…..”mau nyoblos pagi ini rasanya malas ke TPS takutnya rame pagi-pagi gini meskipun sebenernya gak ada niat mau nyoblos hari ini tapi setelah piker-pikir saying juga suaranya mubazir trus ya itung-itung bantu temen juga yang lagi nyalon, akhirnya setelah sang permaisuri siap tuk berangkat kira-kira jam 10 berangkat dari baitii jannatii menuju permai mertua indah ngabil undangan, karena kami masih mengunakan ktp alamat rumah mertuabukan di tps dekat rumah, terus berangkat menuju tps eh…ternyata ngantrinya panjag gak seperti biasanya jam-jam segini masih rame “tumben”, pikirku. Mungkin ini adalah legislative jadi banyak yang kenal makanya banyak yang milih tuk bantu keluarga, teman dll.

Ikut ngantri didalam tps penuh akhirnya nongkrong di rumah warga sambil ngobrol tentang politik dalam skema rakyat jelata.

Satu hal yang ku dapat simpulkan dari perbincangan diteras perbincangan politik rakyat jelata iyalah, sesungguhnya rakyat sudah tidak ambil pusing dengan Negara saat ini karena seyogyanya Negara yang mengayomi tapi justru Negara yang menyengsarakan rakyat jadi buat apa pusing-pusing yang penting adalah bagai mana kami hari ini bisa makan dan hidup layak, terus mereka bilang saya memilih juga karena ada uangnya kali tidak ada untuk apa memilih mereka, sekarang mereka ingat sama kita setelah jadi lupa semua mereka itu, mending sekarang bisa ambil duitnya “alias ada uang baru nyoblos gak ada uang no nyoblos” kata mereka. Terus mereka juga bilang orang-orang yang nyaleng inikan rata-rata tajir.

Namun tiba-tiba dari dalam tps terdengan pangilan yang pertama namaku trus dilanjutkan namaku, lantas lanjut bergegas menuju tps menjalankan aktifitas mencoblos, setelah masuk ke bilik suara anak saya yang baru berumur 5 tahun alfin namanya kayaknya terlalu sering mendengar orang-orang dewasa berbicara partai atau bisa juga dari iklan-iklan dari tv jadi dia tahu juga “bi pilih yang nomor tiga ya”, celetuknya dibelakangku. “gak ah, abi pilih yang no 1” balasku. Meski sempat bimbang dan mempunyai hasrat tak mau memilih akhirnya milih juga takut suaranya mubazir trus itung-itung bantu temen yang lagi nyaleg meskipun tak baik-baik amat setidaknya tak seburuk yang lain.

Coblos yang kenal dan coblos yang mana paling ku suka dari gambarnya heeee…….

Setidaknya suaraku tidak mubazir, uda ah capek mikirin partai yang taka da habisnya dari nongkrong, nontong tv, sosmed dan ngantor pun yang dibicarain Cuma partai bosan juga.

Si kecil sudah menunguh mau pergi ke berenang mengisi hari libur pemilihan jalan-jalan, makan-makan terus berengan pulang sore kehujanan.

Be Continue….Vote for President