Sepanjang tahun 2015 dan memasuki tahun 2016 indonesia sudah darurat kekerasan sexsual terhadap anak, baik kasus sodomi dan pemerkosaan terhadap anak-anak di bawah umur

namun yang lebih miris lagi ketika bom waktu terdengar sekelompok anak-anak muda pemabuk dengan keji merapas keremajaanya serorang anak yang hendak tumbuh menjadi manusia yang baik menjadi anak yang seoleha sepulang menuntut ilmu namun yang lebih kejam lagi mereka mengihalangkan nyawa, “ALLAH HUMMA YA ALLAH MOGA ALMURUMA YUYUN SENATIASA MEMPEROLEH RAHMAT TERBAIK MU.AMIN”. Saudaraku itu sekilas cerita seorang anak yang berakhir mengenaskan namun bagai mana nasib yuyun-yun yang lain juga hapir setiap hari menghiasi media-media cetak, elektronik dan internet dari daerah-daerah serta ibu kota yang masih hangat ialah kasus remaja di pangil eno nasibnya juga sama setelah nafsu syahwat selesai maka nafsu-nafsu syaiton yang keluar hingga menghilangkan nyawanya dengan keji lebih keji dari binatang sekalipun, “ALLAH HUMMA PIRLAHA WARHAMHA WAFIHI WAFU’ANHA”.

Seorang kakek-kakek 65 th tega mencabuli anak SD, Seorang ayah tiri tega menghamili anaknya, seorang paman memangsa keponakannya dan seorang ayah kandung juga ikut memangasa darah dagingnya. Ironi memang kenapa syhawat manusia itu begitu biadab ataukah manusia sudah sama dengan binatang yang tidak memandang sesama bahkan hewan saja tidak mau memakan anaknya sendiri.

Wahai para lelaki haruskah kita dikebiri terlebih dahulu baru kita bisa menahan dan menggunakan syahwat kita pada yang baik lagi halal saja ataukah ada cara lain untuk mengekangnya,  tentu ada jika kalian mau berusaha tanpa mengikuti kehendaknya dengan ilmu, akhlak, ibadah dan berpuasa.

dari semua kejadian itu mari kita ambil pelajaran untuk menjaga dan mendidik anak-anak kita dengan pendidikan agama serta selalu dalam bimbingan dan lindugan orang tua serta mengawasi

pergaulan anak agar tidak lalai dan jangan sampai mereka melakukan dan menjadi korba kekerasan, nauzubillah allahuma nauzubilla haimin zalik.

“jangan pernah kita membiarkan anak-kita bermain dirumah tetangga tanpa sepengetahuan dan pengawasan”

“jangan terlalu percaya dengan kerabat dan tetangga karena semua kasus pelecehan dan kekerasan sexsual adalah orang dekat”

“beri pengetahuan pada anak-anak kita tentang tubuhnya mana yang tidak boleh di pegang”

“Berdoa moga ALLAH melindungi anak-anak kita dari segala keburukan-keburukan mahluk”