Menyongsong Hari Tua Menanti Kematian


Hidup ini berawal ketika kita berada didunia yang melewati kandungan ibu kita selama sembilan bulan, kemudian lahirlah kita yang disambut suka cita ayah, ibu, kakek, nenek dan sanak family. mereka berbahagia terutama ayah dan ibu kita, kita dibesarkan dari bayi, kanak-kanak, remaja kemudian menjadi dewasa.

Selama kita melewati fase-fase kehidupan itu kebaikan kedua orang tua sungguh luar biasa kesabaran dan kehati-hatian mereka demi kebaikan anak yang mereka sayangi bahkan seekor nyamuk pun tak boleh menyentuh kita apalagi orang lain, semuanya ingin yang terbaik sandang, pangan, papan, pendidikan dan semua fasilitas selama mereka mampu semuanya di wujudkan demi kebahagian sang anak.

Kini kedua orang yang hebat itu tidak muda lagi, kulit sudah mulai keriput, penglihatan kabur, gigi berkurang satu demi satu, berjalan tidak lagi gagah tapi membungkung, makan sudah pilih-pilih disesuaikan dengan kondisi gigi, anak-anak sudah menemukan jati dirinya, ada yang menikah, bekerja, sekolah.

Biasanya ada banyak layanan yang menjanjikan hari tua yang mapan, hari tua yang bahagia tapi sayang itu cuma untuk kebutuhan finacial belaka namun kehidupan di hari tua yang sebenarnya adalah kebahagian pada diri itu sendiri, untuk apa uang yang banyak tapi cuma untuk berobat, bahkan untuk sekedar menikmati makanan pun susah.

hari tua

Pilihan kacamata berkualitas dan pelayanan terbaik di optik tunggal untuk hari tua

Kebahagian lain yang begitu di rindukan para lansia seperti dulu bersama anak-anak mereka tapi tidaklah muda setelah anak kita menikah maka semuanya akan pergi ketempat mereka masing-masing tapi yang paling menyedihkan ialah anak-anak yang kita besarkan dengan kasih sayang dan selalu memberikan yang terbaik buat mereka belum tentu mau menemani di hari-hari tua kita sembari menanti kematian, tidak banyak pinta mereka cuma untuk menjadi teman bercerita.

Dulu ketika berbuat untuk anak kita dengan harapan bahwa mereka kelak menjadi investasi di masa tua kita tapi ternyata salah bila kita hanya berupaya memberikan yang terbaik untuk dunia mereka karena kita juga harus memberi bekal untuk akhirat mereka supaya berkah dan kita akan mendapatkan akhir kehidupan kita bahkan hinggal yaumil akhir terus mengalir investasi dari anak kita yang tidak hanya mengenggam dunia tapi juga akhirat.

Mari kita utamakan ilmu agama untuk anak-anak kita silahkan mereka mengambil bagiannya didunia.

dalam surat al-muluk :

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ ٢

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s