Pejabat Penjilat

Oleh: Prof Fauzul Iman

Suatu hari Abu Nawas diundang sultan untuk mengikuti pertemuan di istana yang para menterinya suka bermaksiat dan cenderung korup. Sebelum pertemuan laksanakan, Abu Nawas dipanggil menghadap sultan.

“Wahai Abu Nawas maukah kau aku beri tugas?” tanya Sultan. Abu Nawas menyatakan kesediaannya. “Apa hukumannya kalau kau gagal dalam melaksanakan tugas?” desak Sultan.

“Aku siap dihukum 10 kali cambukan,” ujar Abu Nawas.
Baca selebihnya »

Mendengar, Mengajari Anak Menghargai Diri

Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan permainan, tawa, dan keceriaan. Kalau Anda memiliki kesempatan untuk memperhatikan mereka, hampir sepanjang hari mereka selalu ceria. Sepertinya mereka hidup tanpa beban atau masalah. Ketika ia ingin sesuatu, mereka tinggal minta pada orangtua.
Nah, ketika sampai pada permintaan yang berseberangan dengan orang lain kita akan menemui kesedihan, rasa kecewa, resah, dan kesal. Sebenarnya saat seperti inilah anak-anak membutuhkan kita, orang lain yang lebih tua. Karena kepada orang tualah mereka berharap dapat mencurahkan segala hal yang sedang dirasakannya.

Sayangnya, tidak semua orang tua tahu dan mau mendengarkan keluh kesah anak. Bahkan, bisa jadi sebaliknya. Justru ketika anak mengharapkan perhatian, yang kita berikan justru bentakan dan amarah. Atau kalau orang tua tidak bisa memenuhi keinginan tersebut, perhatian yang mereka harapkan justru mengunduh penipuan dan kebohongan.
Baca selebihnya »

Tauhid Adalah Dakwahnya Seluruh Rasul

Allah telah mengutus para rasul untuk menyeru kepda al haq (kebenaran) dan memberi petunjuk kepada seluruh makhluk Nya. Mereka diutus untuk menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan, agar tidak ada hujjah (alasan) bagi manusia dihadapan Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka telah menyampaikan risalah, mengemban amanah, memberi nasehat kepada umatnya dan bersabar atas caci makiannya, serta berjihad di jalan Allah sampai Allah tegakkan (sempurnakan) risalah bagi mereka dan terputuslah seluruh udzur manusia. Allah berfirman:

Alam Semesta di Bawah Kekuasaan Allah

Aisyah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih pedih dari hari Perang Uhud?” Rasulullah menjawab, “Aku sering mendapatkan (gangguan) dari kaummu. Yang paling menyakitkan adalah peristiwa Hari Aqabah, saat aku mengajak Ibnu Abdi Yalil bin Abdu Kulal masuk Islam namun ia tidak menyambut ajakan yang kuinginkan. Aku pun beranjak pergi dengan hati yang sedih. Tidaklah aku tersadar melainkan setelah tiba di Qarnu Tsa’alib[1]. Aku tengadahkan kepalaku ke langit, tiba-tiba tampak segumpal awan menaungiku. Aku angkat kepalaku, ternyata Jibril berada di sana dan berseru kepadaku. Jibril berkata, ‘Sungguh Allah telah mendengar ucapan kaummu dan jawaban mereka terhadapmu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu agar engkau memerintahnya sesuai dengan kehendakmu terhadap mereka (orang-orang kafir).’ Malaikat gunung kemudian berseru kepadaku serta mengucapkan salam, lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan kaummu kepadamu. Aku adalah malaikat gunung yang telah diutus oleh Rabbmu kepadamu agar engkau memerintahkan kepadaku sesuai dengan perintahmu. (Wahai Muhammad,) apa yang engkau inginkan? Jika engkau menghendaki, aku akan menimpakan dua gunung itu kepada mereka[2]’.” Rasulullah lalu menjawab, “Tidak. Aku justru berharap agar Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang-orang yang akan menyembah Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.” Baca selebihnya »

Kalah Melawan Alquran, Dr Jeffrey Lang Menerima Islam

REPUBLIKA.CO.ID-Sejak kecil Dr Jeffrey Lang dikenal ingin tahu. Ia kerap mempertanyakan logika sesuatu dan mengkaji apa pun berdasarkan perspektif rasional. “Ayah, surga itu ada?” tanya Jeffrey kecil suatu kali kepada ayahnya tentang keberadaan surga, saat keduanya berjalan bersama anjing peliharaan mereka di pantai. Bukan suatu kejutan jika kelak Jeffrey Lang menjadi profesor matematika, sebuah wilayah dimana tak ada tempat selain logika. Saat menjadi siswa tahun terakhir di Notre Dam Boys High, sebuah SMA Katholik, Jeffrey Lang memiliki keberatan rasional terhadap keyakinan akan keberadaan Tuhan. Diskusi dengan pendeta sekolah, orangtuanya, dan rekan sekelasnya tak juga bisa memuaskannya tentang keberadaan Tuhan.

Baca selebihnya »

Hadits Terpelihara Sebagaimana Al-Qur’an

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9)
Al-Qur’an Selalu Terpelihara Lafadz dan Maknanya
Asy-Syinqithi (2/225) berkata, “Dalam ayat yang mulia ini Allah menjelaskan bahwa Dia-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan memeliharanya dari penambahan, pengurangan, maupun pengubahan. Ayat lain yang semakna di antaranya firman Allah:
“Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan[1], baik dari depan maupun dari belakangnya.” (Fushshilat: 42)
Juga firman Allah:
“Janganlah kamu gerakkan lidahmu (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacanya maka itulah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.” (Al-Qiyamah: 16—19)

KEMULIAAN SEMU YANG MENYILAUKAN MATA

Syekh Mustafa Siba’i rahimahullah pernah menceritakan dalam bukunya “min rawai’ hadharatina” luhurnya peradaban kita, dua kisah menarik yang menghiasi sejarah gemilang umat ini.

Di masa khalifah Umar bin Khattab ra, ia pernah mengirim pasukan kaum muslimin ke Mesir untuk menaklukan negeri piramida itu. Di saat mereka mengepung benteng Babilonia, Mokaokus ingin berdialog dengan mereka. Maka Amru bin Ash ra selaku panglima kaum muslimin saat itu mengutus 10 orang sahabat yang dipimpin oleh Ubadah bin Shamit. Ia seorang sahabat yang berperawakan tinggi dan berkulit sangat gelap. Postur tubuhnya mencapai 10 jengkal. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.